Ekspor produk mineral Indonesia kembali berjalan setelah sempat tertunda akibat proses pengujian kandungan rare earth elements atau unsur tanah jarang. Kebijakan ini mulai mencair dan memberikan angin segar bagi para pelaku industri pertambangan nasional yang sebelumnya tertahan di pelabuhan.
Kantor Kepresidenan Indonesia menyatakan sejumlah pengiriman mineral kini telah kembali diberangkatkan ke luar negeri. Komoditas yang dikirimkan mencakup alumina hidroksida dan alumina oksida asal Kalimantan Barat yang siap memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengatakan produk alumina tersebut diproduksi langsung oleh PT Indonesia Chemical Alumina. Pengiriman sempat mengalami penundaan karena adanya perbedaan interpretasi terhadap kebijakan kandungan unsur tanah jarang dalam produk ekspor mineral.
Perbedaan interpretasi mengenai ketentuan tersebut menjadi faktor utama penundaan pengiriman. Pemerintah lantas bergerak cepat menyusun pedoman transisi agar kegiatan logistik sektor pertambangan kembali beroperasi secara normal tanpa hambatan regulasi.
Ratusan Kapal Berangkat Bawa Komoditas Tambang
Pemerintah sebelumnya telah menerbitkan pedoman transisi untuk ekspor produk logam. Pedoman ini memungkinkan perusahaan surveyor memproses serta menerbitkan dokumen ekspor sembari pemerintah menyiapkan regulasi permanen yang baru.
Dudung mengungkapkan sekitar 100 kapal secara bertahap kembali menjalankan kegiatan pengiriman ekspor. Armada kapal tersebut mengangkut hampir 400.000 ton komoditas mineral penting ke berbagai negara tujuan.
Sementara itu, PT Sucofindo masih menjalankan proses verifikasi terhadap sekitar 80 ribu ton komoditas mineral tambahan yang segera menyusul untuk diekspor. Proses verifikasi ini dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan teknis yang berlaku.
Pengiriman produk mineral yang sempat tertunda sebelumnya mencakup berbagai komoditas strategis. Jenis barang tersebut meliputi alumina, katoda tembaga, serta produk turunan nikel dari berbagai perusahaan tambang di tanah air.