Perjalanan panjang Apple Inc bermula dari sebuah garasi sederhana di Cupertino, California, pada tahun 1976. Didirikan oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne, raksasa teknologi ini awalnya hanya fokus memasarkan komputer personal rakitan tangan sebelum akhirnya menjelma menjadi salah satu pemain kunci industri digital global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pada masa-masa awal, produk andalan mereka seperti Apple I dan Apple II sukses menarik perhatian pasar komputer rumahan. Namun, dinamika internal perusahaan sempat memanas hingga berujung pada kepergian Steve Jobs pada pertengahan dekade 1980-an, yang kemudian membuat Apple menghadapi tantangan berat serta penurunan pangsa pasar secara drastis.
Titik balik kesuksesan modern Apple terjadi ketika Steve Jobs kembali merapat ke perusahaan pada akhir tahun 1990-an. Di bawah kepemimpinannya, Apple mulai melahirkan berbagai produk ikonik yang mengubah lanskap industri elektronik global seperti iMac, iPod, hingga peluncuran revolusioner iPhone pada tahun 2007.
Setelah kepemimpinan beralih ke tangan Tim Cook menyusul wafatnya Steve Jobs, Apple terus mencatatkan prestasi gemilang dengan mencetak rekor nilai kapitalisasi pasar hingga menembus angka triliunan dolar. Perusahaan juga konsisten memperluas lini bisnisnya ke sektor layanan digital, perangkat wearable, serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan.
Kendati mendulang kesuksesan finansial yang masif dan memiliki basis konsumen yang sangat loyal, Apple tidak luput dari berbagai kritik publik. Mulai dari isu rantai pasok hingga ekosistem tertutup atau walled garden yang kerap menuai sorotan tajam dari para pemerhati industri dan regulator global.