Penyanyi Mandopop ternama, Wang Leehom, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan merilis sebuah lagu berbahasa Inggris terbaru berjudul Hope. Karya terbaru ini didedikasikan secara khusus untuk mendukung lembaga amal Epworth Community Services di Singapura.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lagu tersebut pertama kalinya diperkenalkan dalam acara jamuan makan malam penggalangan dana bertajuk "Where Hope Blooms" yang dihelat di One Farrer Hotel. Saat ini, para penggemar sudah bisa menikmati lagu penuh inspirasi ini di berbagai platform streaming musik digital utama.
Berdasarkan informasi dari pihak Epworth, momen ini mencatatkan sejarah baru sebagai kolaborasi pertama kalinya seorang artis Mandopop internasional meluncurkan lagu berbahasa Inggris demi mendukung lembaga pelayanan sosial di Singapura.
Mengusung tema ketahanan hidup serta optimisme, lagu Hope dirancang untuk merefleksikan misi mulia Epworth dalam mendampingi anak-anak rentan, pemuda berisiko, serta keluarga yang membutuhkan dukungan emosional.
"Musik memiliki kekuatan untuk menjangkau setiap orang melintasi berbagai keadaan dan pengalaman hidup," ujar Wang Leehom saat membagikan cerita di balik penggarapan proyek kemanusiaan ini.
"Melalui lagu tentang harapan ini, saya ingin menghormati ketangguhan anak-anak, pemuda berisiko, dan keluarga yang didampingi oleh Epworth setiap harinya. Jika lagu ini bisa membantu setidaknya satu orang saja untuk lebih percaya pada masa depan mereka, maka lagu ini telah menjalankan tugasnya dengan baik. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan bukan hanya untuk berharap, melainkan juga untuk berkembang," tambahnya.
Dalam proses kreatifnya, Wang Leehom menggandeng produser musik senior asal Singapura, Goh Kheng Long, yang bertindak sebagai ko-penulis, produser, sekaligus arsitek musik. Perlu diketahui, jejak kerja sama antara Wang Leehom dan Goh Kheng Long telah terjalin selama lebih dari tiga dekade sejak pertama kali bermitra pada tahun 1995.
Goh Kheng Long yang juga telah lama mendedikasikan diri sebagai relawan musik untuk acara penggalangan dana Epworth merasa terpanggil untuk membantu generasi muda yang tengah berjuang menghadapi tantangan kesehatan mental.
"Saya selalu memiliki kepedulian besar terhadap isu pemberdayaan anak dan anak muda. Saya berharap lagu ini mampu memberikan dorongan semangat bagi mereka yang sedang menghadapi kesulitan hidup agar tidak pernah menyerah karena selalu ada harapan," ungkap Goh Kheng Long.
Dana yang berhasil dikumpulkan melalui kegiatan makan malam amal ini nantinya akan dialokasikan langsung untuk mendanai berbagai program pengembangan Epworth. Program tersebut mencakup perawatan trauma, intervensi pembelajaran dini, hingga dukungan tumbuh kembang bagi anak-anak serta keluarga prasejahtera.
Sejak resmi didirikan pada tahun 1998 silam, lembaga amal Epworth tercatat telah melayani lebih dari 40.000 jiwa di Singapura dengan fokus utama penanganan krisis sosial dan kesejahteraan keluarga.
Direktur Eksekutif Epworth, Tan Khye Suan, turut menyoroti pentingnya perhatian terhadap isu kesehatan mental remaja yang kian mendesak di tengah masyarakat modern saat ini. Berdasarkan data yang ada, satu dari setiap tiga anak muda di Singapura menghadapi tantangan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.
"Kami sangat berterima kasih kepada Leehom, Kheng Long, para mitra, donatur, serta para relawan yang telah membantu menghadirkan harapan sekaligus memberdayakan kehidupan generasi muda agar dapat terus berkembang," pungkas Tan Khye Suan.