Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Sering Bersin dan Hidung Meler,...
BERITA

Sering Bersin dan Hidung Meler, Kenali Penanganan Alergi yang Tepat

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Ilustrasi seseorang mengalami bersin dan hidung meler akibat gejala rinitis alergi

Ilustrasi seseorang mengalami bersin dan hidung meler akibat gejala rinitis alergi

Bersin-bersin, hidung tersumbat atau meler, serta mata dan tenggorokan yang terasa gatal merupakan tanda umum dari rinitis alergi. Kondisi yang juga dikenal dengan sebutan hay fever ini kerap dianggap sepele, padahal dapat mengganggu kualitas tidur, konsentrasi belajar, produktivitas kerja, hingga suasana hati sehari-hari.

Banyak orang mengira kondisi ini hanyalah gangguan ringan yang akan hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan khusus. Padahal, menurut Dr Soma Subramaniam selaku spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan serta Senior Consultant dan Medical Director di ENT Plus Specialist Centre, rinitis alergi tidak boleh diabaikan begitu saja sebagai ketidaknyamanan sesaat.

"Rinitis alergi adalah kondisi peradangan kronis yang biasanya dapat dikelola secara efektif dengan pengobatan tepat untuk meminimalkan gejala dalam jangka panjang," ujar Dr Soma.

Gejala rinitis alergi sering kali keliru disamakan dengan flu karena manifestasinya yang mirip. Padahal, flu merupakan infeksi saluran pernapasan atas akibat virus yang dapat disertai demam, nyeri tubuh, sakit tenggorokan, serta rasa lelah, dan biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu dengan sifat yang menular.

Sebaliknya, rinitis alergi sama sekali tidak menular karena merupakan reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat tidak berbahaya di lingkungan sekitar. Di wilayah beriklim tropis seperti Singapura, tungau debu rumah menjadi pemicu utama yang muncul sepanjang tahun lantaran tidak adanya musim gugur atau musim serbuk sari yang spesifik.

Ketika seseorang yang memiliki predisposisi alergi menghirup alergen debu tersebut, sistem imun salah mengartikannya sebagai ancaman dan melepaskan histamin. Senyawa kimia alami inilah yang memicu timbulnya bersin, hidung tersumbat, dan mata gatal selama reaksi alergi berlangsung.

Diperkirakan lebih dari 30 persen penduduk di Singapura mengalami rinitis alergi, yang sebagian besar dialami oleh anak-anak dan dewasa muda. Ironisnya, banyak kasus yang belum tertangani dengan baik, di mana riset lokal menunjukkan sebagian besar penderita belum mendapatkan diagnosis maupun pengobatan medis yang memadai.

Untuk mengatasinya, langkah pencegahan seperti rutin mencuci seprai dan sarung bantal dengan air bersuhu 60 derajat Celsius dapat memberikan dampak yang signifikan. "Medikasi juga penting dan bukan hanya saat gejala muncul. Bagi individu dengan rinitis alergi parah dan persisten, pengobatan pencegahan secara rutin bisa lebih efektif dibanding mengobati saat flare-up terjadi," kata Dr Soma.

Penggunaan obat antihistamin menjadi salah satu andalan karena bekerja menghambat reseptor histamin agar tidak memicu gejala alergi. Perkembangan dunia medis telah menghadirkan antihistamin generasi kedua yang memiliki risiko kantuk jauh lebih rendah dibandingkan generasi pertamanya.

"Dibandingkan dengan antihistamin generasi pertama yang dikembangkan puluhan dekade lalu, versi generasi kedua lebih kecil kemungkinannya menembus sawar darah otak sehingga membawa risiko kantuk yang lebih rendah," jelas Dr Soma.

Fexofenadine merupakan salah satu contoh antihistamin generasi kedua yang kerap diresepkan untuk mengatasi rinitis alergi karena bekerja relatif cepat. Sejumlah pasien bahkan dilaporkan dapat merasakan kelegaan gejala dalam kurun waktu 45 menit hingga satu jam setelah mengonsumsinya.

Meski demikian, pemilihan pengobatan tetap harus disesuaikan dengan keluhan utama yang dirasakan pasien. Jika hidung tersumbat menjadi masalah utama, penggunaan semprotan dekongestan hidung atau kombinasi obat dapat membantu, namun harus dibatasi penggunaannya untuk jangka pendek agar terhindar dari efek samping.

Bagi individu yang dituntut selalu waspada seperti pengemudi, operator mesin, atau pelajar yang sedang menghadapi ujian, pemilihan obat bebas kantuk menjadi prioritas utama. Konsultasi medis tetap diperlukan apabila gejala tak kunjung mereda agar tidak memicu komplikasi kesehatan lainnya seperti sinusitis kronis atau polip hidung.

Topics
rinitis alergi kesehatan hay fever antihistamin fexofenadine alergi singapura medis
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.