Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta kuliner di Singapura setelah Unilever memutuskan untuk menghentikan peredaran selai ekstrak ragi ikonis, Marmite. Kebijakan ini langsung memicu kelangkaan di berbagai supermarket lokal dan membuat para pengusaha kuliner harus berpikir keras untuk menyelamatkan hidangan andalan mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejumlah restoran kini mengandalkan stok lama yang masih tersisa di gudang mereka sembari memantau perkembangan situasi. Restoran zi char terkenal seperti Two Chefs Eating Place dan jaringan restoran vegetarian D'life mengaku masih memiliki cadangan Marmite yang cukup untuk beberapa pekan ke depan sebelum benar-benar habis.
Kendati demikian, para pemilik usaha tidak tinggal diam menghadapi tantangan ini. Paul Liew selaku pengelola Keng Eng Kee Seafood mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menguji coba Vegemite sebagai pengganti karena memiliki karakter rasa gurih dari ekstrak ragi yang paling mendekati produk aslinya.
Restoran-restoran lain seperti Dian Xiao Er juga tengah mengeksplorasi berbagai produk alternatif untuk mempertahankan cita rasa khas pada menu ayam mereka. Jika tidak kunjung menemukan pengganti yang pas dengan standar kualitas dapur, mereka terpaksa harus mencoret menu legendaris tersebut dari daftar sajian.
Di sisi lain, pengelola restoran kini aktif mengelola ekspektasi pelanggan setia yang terkejut dengan kabar kelangkaan ini. Para pelayan mulai merekomendasikan varian rasa alternatif atau bersikap jujur kepada konsumen agar mereka memahami alasan di balik perubahan atau hilangnya menu favorit tersebut.