Grup musik asal Inggris, Massive Attack, saat ini tengah menghadapi investigasi serius dari pihak berwenang Singapura. Penyelidikan ini dilakukan menyusul aksi panggung mereka yang membentangkan bendera Palestina di tengah konser.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan media setempat, insiden tersebut terjadi ketika duo trip-hop tersebut tampil menghibur para penggemarnya di The Star Theatre. Aksi spontan itu langsung memicu perhatian aparat penegak hukum serta lembaga sensor setempat.
Otoritas Infocomm Media Development Authority menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami kemungkinan adanya pelanggaran terhadap ketentuan izin penyelenggaraan pertunjukan publik. Selain itu, promotor lokal yang membawahi acara ini juga memberikan tanggapan resmi terkait situasi tersebut.
"Kami akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang yang relevan sebagaimana mestinya," ujar pihak promotor konser dalam pernyataan tertulis mereka.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sejumlah personel band berdiri di atas panggung sambil membentangkan bendera Palestina di hadapan penonton yang bersorak. Aksi ini langsung menjadi sorotan hangat di berbagai platform digital.
Sebelum insiden di Singapura ini, Massive Attack memang dikenal sebagai grup yang kerap menyuarakan isu-isu politik dan kemanusiaan secara terbuka, termasuk memboikot penampilan di Israel sejak tahun 1999 serta mendukung berbagai gerakan pro-Palestina.