Mengutip laporan media TN, NASA akhirnya menyerah dan resmi membatalkan misi ambisius untuk menyelamatkan teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift. Keputusan pahit ini diambil setelah wahana penyelamat yang dikirim untuk menangkap dan mengangkat orbit teleskop tersebut mengalami kegagalan fungsi teknis yang parah di luar angkasa.
Berdasarkan laporan tersebut, misi penyelamatan yang dimulai sejak Juli lalu dengan meluncurkan kendaraan khusus bernama LINK menghadapi hambatan besar pada sistem kontrol dan roda reaksinya. Meskipun sempat dilakukan pembaruan perangkat lunak, NASA menilai solusi tersebut tidak cukup andal untuk melakukan manuver penangkapan yang sangat rumit terhadap teleskop berbobot hampir 1,5 ton itu.
Kendati misi utamanya gagal, LINK tidak akan langsung dipulangkan ke Bumi, melainkan tetap berada di orbit untuk mendekati Swift guna mengumpulkan data penting. "Meskipun penyelamatan gagal, operasi jarak dekat ini akan memberikan wawasan berharga untuk pemeliharaan satelit di masa depan," demikian pernyataan yang dirilis oleh agensi antariksa tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDengan dihentikannya upaya penyelamatan, NASA mengonfirmasi bahwa teleskop Swift akan mengalami reifikasi tanpa kendali dan jatuh kembali ke atmosfer Bumi sebelum akhir tahun 2026. Sebagaimana dijelaskan dalam laporan, orbit dengan kemiringan 20,6 derajat memastikan wilayah seperti Argentina aman dari lintasan langsung kejatuhan serpihan satelit.
Teleskop Swift sendiri pertama kali diluncurkan pada November 2004 untuk mengamati ledakan sinar gamma paling energik di alam semesta. Setelah sukses melampaui masa baktinya selama lebih dari dua dekade, observatorio veteran ini kini harus bersiap menghadapi akhir perjalanannya akibat gesekan atmosfer yang terus menggerus ketinggian orbitnya.