Pasukan militer Israel menggeledah sekitar 70 rumah dan menangkap hampir 50 warga Palestina di desa Tal, sebelah barat daya Nablus, Tepi Barat, pada Sabtu pagi. Langkah ini merupakan bagian dari operasi militer skala besar yang diluncurkan pasca-insiden penembakan yang terjadi sehari sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan keterangan saksi dan berbagai sumber lokal, para pemukim ilegal Israel menyerang beberapa komunitas warga Palestina di wilayah Nablus. Mereka merusak properti serta membakar rumah-rumah warga lokal yang dalam beberapa kasus membahayakan nyawa penghuninya.
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat sedikitnya 87 warga Palestina tewas akibat serangan pihak Israel di seluruh Tepi Barat sejak awal tahun, di mana 21 di antaranya tewas di tangan para pemukim. Kekerasan pemukim dinilai kian menjadi-jadi seiring kurangnya tekanan internasional dan retorika keras dari menteri berhaluan kanan ekstrem Israel.
Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese mengecam keras gelombang kekerasan tersebut melalui platform X. "Pembantaian terhadap warga sipil yang tak berdaya terjadi di seluruh Tepi Barat, sementara Gaza terus digempur. Embargo senjata sekarang, hentikan perdagangan sekarang," tegas Albanese.
Lembaga hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) turut mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan aksi pembalasan pemukim. "Tahun-tahun tanpa hukum dan kebal hukum atas serangan telah mengubah Tepi Barat menjadi tong mesiu yang siap meledak, dan tindakan tegas sangat mendesak dilakukan," ujar Sarah Sanbar dari Human Rights Watch.