Pemerintah Kota Bima menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk membahas langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada Selasa (21/7/2026). Berdasarkan pengamatan tim redaksi, pertemuan strategis yang diprakarsai oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima ini berlangsung di Aula Perpustakaan Kota Bima.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., bersama jajaran pejabat daerah. Dari pantauan redaksi, tampak hadir Kepala Dinas Sosial Kota Bima, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, jajaran Kepala OPD terkait, serta para Camat dan Lurah se-Kota Bima.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E. menyampaikan rasa prihatin atas maraknya fenomena sosial yang meresahkan masyarakat. Menurut Sekda, persoalan seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perceraian, hingga aksi perundungan atau bullying yang menimpa anak-anak memerlukan perhatian serta komitmen bersama seluruh pihak.
"Masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, saya berharap ada perhatian serius dari kita semua, terlebih OPD terkait, agar memiliki kepedulian yang besar terhadap kasus ini," ujar Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E. saat memberikan sambutan.
Selain isu kekerasan, pihak pemerintah daerah juga menyoroti peningkatan kasus penyimpangan perilaku sosial pada remaja dan anak. Berdasarkan laporan resmi dari DP3A Kota Bima, tercatat ada 67 komunitas penyimpangan sosial yang teridentifikasi hingga bulan Juli ini di wilayah Kota Bima.
Menanggapi laporan tersebut, Sekda Kota Bima mengimbau seluruh jajaran OPD untuk memperkuat kolaborasi bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima guna merumuskan solusi komprehensif. Langkah pencegahan dinilai sangat krusial agar tidak memperburuk kesehatan mental, emosional, serta moral generasi muda.
"Mari, saya mengajak kita semua, kita jaga anak-anak kita dari hal-hal, atau perilaku yang menyimpang. Saya berharap agar kasus ini bisa ditangani, kalau tidak bisa diberantas, minimal dikurangi," tegas Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E. mengakhiri arahannya.