Dunia periklanan modern tentu tidak bisa dilepaskan dari sosok David Ogilvy, seorang tokoh visioner asal Inggris yang dijuluki sebagai Bapak Periklanan Dunia. Pria kelahiran 23 Juni 1911 ini dikenal lewat karyanya yang revolusioner serta kemampuannya mendirikan salah satu agensi komunikasi terbesar di dunia, Ogilvy & Mather. Sebelum sukses membangun kerajaan bisnis periklanan, Ogilvy sempat menjalani berbagai profesi unik mulai dari koki hingga penjual kompor keliling.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Perjalanan kariernya di dunia pemasaran bermula ketika ia bergabung dengan agensi Mather & Crowther di London. Berbekal pengalaman riset dari George Gallup di Amerika Serikat, ia mengutamakan pendekatan berbasis riset konsumen yang mendalam. "Fungsi utama periklanan adalah untuk menjual, dan iklan yang sukses selalu didasarkan pada informasi mendalam tentang konsumennya," ujar Ogilvy dalam berbagai kesempatan.
Pada tahun 1948, ia mendirikan agensinya sendiri di New York dengan modal awal yang sangat terbatas. Melalui prinsip-prinsip kreatif yang cerdas dan kampanye ikonik untuk merek-merek besar seperti Rolls-Royce dan Hathaway, namanya langsung melesat di kancah global. Ia konsisten memegang prinsip bahwa konsumen harus diperlakukan secara cerdas, yang melahirkan frasa terkenalnya bahwa konsumen bukanlah orang bodoh.
Selain sukses di dunia bisnis, Ogilvy juga sempat berkontribusi dalam layanan intelijen Inggris selama Perang Dunia II sebelum akhirnya memilih pensiun dan menghabiskan sisa hidupnya di perkebunan Château de Touffou, Prancis. Ia tutup usia pada 21 Juli 1999, namun warisan pemikiran dan strategi pemasarannya hingga kini masih menjadi pedoman wajib bagi para praktisi periklanan di seluruh penjuru dunia.