Ratusan warga berkumpul di Alun-alun Odenplan, Stockholm, pada Sabtu (1/8) untuk menggelar aksi protes menentang serangan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. Demonstrasi ini berlangsung dengan seruan tegas untuk segera diwujudkannya gencatan senjata permanen di wilayah konflik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Para demonstran terlihat membawa bendera Palestina sambil mengibarkan spanduk bertuliskan "Ada pembantaian di Palestina" dan "Genosida terjadi di Gaza". Mereka juga membawa poster yang menuntut "Gencatan senjata permanen segera untuk Gaza" sebagai bentuk solidaritas terhadap korban sipil Palestina.
Anggota Knesset Israel Ofer Cassif turut menyapa para pengunjuk rasa melalui sambutan video dari jarak jauh. Dalam pidatonya, Cassif mengkritik keras kebijakan pemerintah Israel terhadap rakyat Palestina yang dinilainya telah melampaui batas kemanusiaan.
Cassif mengutip peringatan filsuf dan ilmuwan Israel Yeshayahu Leibowitz yang pernah menyebut bahwa ketika sebuah negara mengedepankan kekuatan militer dan ekspansi teritorial di atas segalanya, maka risiko keruntuhan moral akan menghantui. Leibowitz bahkan memperingatkan bahwa pola pikir semacam itu bisa memunculkan apa yang disebutnya sebagai "Nazisme Yahudi".
"Saat ini, kehancuran massal, perampasan hak, dan pembantaian yang dialami oleh rakyat Palestina sayangnya membuktikan ketepatan peringatan itu," ujar Cassif dalam sambutannya yang dikutip dari laporan Anadolu. Pernyataan kontroversial ini pun menambah sorotan internasional terhadap eskalasi kekerasan di wilayah tersebut.