Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Serangan Udara Israel Hancurkan...
BERITA

Serangan Udara Israel Hancurkan Gudang Medis di Deir al-Balah, Pasien Panik

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 1 Agustus 2026
Warga Palestina memeriksa reruntuhan gudang medis dan tenda pengungsi setelah serangan udara Israel di Deir al-Balah

Warga Palestina memeriksa reruntuhan gudang medis dan tenda pengungsi setelah serangan udara Israel di Deir al-Balah

Serangan udara Israel menghantam gudang penyimpanan obat-obatan dan alat kesehatan di dekat Rumah Sakit Al-Aqsa, Deir al-Balah, Gaza tengah, Sabtu (1/8) dini hari. Dua dari empat gudang dilaporkan hancur total, sementara puluhan tenda pengungsi di sekitarnya turut terbakar.

Saksi mata menyebutkan pesawat tempur Israel menargetkan area tersebut hanya beberapa menit setelah mengeluarkan peringatan evakuasi. Serangan mendadak itu memicu kepanikan di kalangan pasien, petugas medis, dan ribuan warga sipil yang mengungsi di sekitar rumah sakit.

Kementerian Kesehatan Gaza mengecam keras serangan tersebut sebagai bagian dari kebijakan sistematis untuk melumpuhkan sistem kesehatan. "Kekuatan ledakan rudal benar-benar menghapus dua gudang dan merusak parah dua lainnya, termasuk gedung klinik rawat jalan," demikian pernyataan resmi kementerian.

Juru bicara Rumah Sakit Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, mengkonfirmasi bahwa seluruh isi gudang yang terdiri dari cairan infus, obat-obatan, dan perlengkapan untuk unit dialisis serta perawatan intensif ludes terbakar. "Ini akan berdampak serius pada layanan kesehatan, terutama di tengah kelangkaan obat yang sudah akut," ujarnya.

Al-Daqran menambahkan bahwa gudang tersebut dibangun darurat dari lembaran logam karena blokade Israel yang menghambat masuknya bahan bangunan. Ledakan juga meninggalkan kawah sedalam 20 meter dan merusak dinding rumah sakit serta bangunan di sekitarnya.

Seorang pengungsi bernama Umm Mohammed Wadi menceritakan momen mencekam saat terdengar peringatan evakuasi. "Saya berteriak membangunkan orang-orang, kami berlari membawa anak-anak, dan beberapa menit kemudian ledakan terjadi, tenda-tenda kami rata dengan tanah," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Wadi mengungkapkan ini adalah kali ke-13 ia dan anak-anaknya selamat dari serangan sejak perang meletus. "Setiap kali, kami kehilangan tenda dan harus memulai dari nol. Kami hanya ingin hidup aman seperti manusia lain di dunia," tuturnya.

Pengungsi lain, Abu Ayman, menyebut sekitar 50-60 tenda hancur dalam serangan itu. "Sekitar 1.000 jiwa tinggal di sini. Peringatan hanya datang beberapa menit sebelum bom jatuh, kami hampir tak punya waktu untuk menyelamatkan diri," jelasnya.

Serangan ini terjadi saat sistem kesehatan Gaza masih tercekik blokade dan kekurangan obat. Sejak gencatan senjata Oktober lalu, Israel terus melancarkan serangan harian yang menewaskan 1.209 warga Palestina dan melukai 3.943 lainnya, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Kementerian Kesehatan Gaza mengimbau masyarakat internasional, PBB, dan kelompok kemanusiaan untuk segera turun tangan menghentikan serangan dan melindungi fasilitas medis. "Menargetkan fasilitas kesehatan melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa," tegas al-Daqran.

Topics
israel gaza serangan udara rumah sakit al-aqsa krisis kesehatan pengungsi deir al-balah palestina konflik timur tengah kemanusiaan
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.