Samsung akhirnya bergabung dalam perlombaan teknologi baterai silikon karbon melalui lini ponsel lipat terbarunya. Perusahaan mengonfirmasi dalam sesi pengarahan media bahwa Galaxy Z Fold 8 Ultra, Galaxy Z Fold 8, dan Galaxy Z Flip 8 semuanya telah menggunakan baterai silikon karbon baru ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Meskipun demikian, kapasitas yang dihasilkan tidak langsung mencetak rekor fantastis. Fold 8 Ultra membawa baterai 5.000mAh, Fold 8 reguler mengusung 4.800mAh, dan Flip 8 dibekali 4.300mAh, sementara para pesaing dari merek lain sudah melampaui angka 6.000mAh.
Perubahan kunci dari baterai ini terjadi di dalam anoda, salah satu elektroda yang bertugas menyimpan dan melepaskan ion litium. Silikon mampu menampung litium jauh lebih banyak dibanding grafit berdasarkan beratnya, sehingga memberikan jalan bagi produsen untuk meningkatkan kepadatan energi.
Peningkatan kepadatan ini memberikan dua opsi berguna bagi produsen ponsel, yakni memasukkan kapasitas baterai yang lebih besar ke dalam ruang fisik yang sama atau mempertahankan kapasitas yang ada sambil membuat baterai menjadi lebih tipis dan ringan. Setiap milimeter yang dihemat dari baterai dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki ketebalan, bobot, atau daya tahan perangkat.
Kendati demikian, penggunaan silikon murni menimbulkan masalah teknik tersendiri karena material ini mengembang secara dramatis saat menyerap litium dan mengerut saat dikosongkan. Desain baterai silikon karbon memadukan silikon dengan bahan berbasis karbon guna mengendalikan ekspansi tersebut agar tidak merusak komponen internal.
Penerapan teknologi ini terlihat jelas pada Galaxy Z Fold 8 Ultra yang memiliki kapasitas baterai 5.000mAh atau meningkat hampir 14 persen dibanding pendahulunya. Samsung berhasil melakukan lompatan tersebut sembari memangkas ketebalan saat tidak dilipat dari 4,2mm menjadi 4,1mm dengan berat yang tetap terjaga di angka 215 gram.
Di sisi lain, pendekatan Samsung dinilai lebih konservatif jika dibandingkan dengan para pesaing global yang telah menyematkan baterai berkapasitas di atas 6.000mAh. Kendati demikian, pihak perusahaan menegaskan bahwa prioritas utama mereka tetap berfokus pada performa, daya tahan jangka panjang, dan faktor keamanan pengguna.
Samsung mengambil langkah yang berhati-hati mirip dengan strategi Apple dalam menyempurnakan pengalaman pengguna alih-alih sekadar mengejar angka spesifikasi yang masif. Mengingat berbagai insiden di masa lalu, pendekatan penuh perhitungan ini dinilai sangat masuk akal demi menjaga kesehatan baterai agar tetap konsisten dengan produk Galaxy sebelumnya.
Meskipun datang terlambat dalam adopsi baterai silikon karbon, arah pengembangan Samsung kini sudah mulai terlihat jelas. Teknologi ini membuka peluang bagi lini ponsel masa depan untuk mengadopsi persentase silikon yang lebih tinggi guna menghadirkan kapasitas yang lebih besar serta desain bodi yang semakin ramping.