Pemerintah Kota Irondale di Alabama, Amerika Serikat, terpaksa membatalkan rencana penamaan ulang festival tahunan mereka akibat gelombang protes dari warga lokal. Wali Kota James D. Stewart awalnya mengumumkan lewat media sosial bahwa acara "I Love Irondale Day" akan diubah menjadi "AI Love Irondale Day" sebagai permainan kata dan bentuk pengenalan teknologi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Namun, pengumuman tersebut langsung dibanjiri komentar negatif dari publik. Banyak warga mengecam langkah tersebut dan menyebangkannya dengan ekspansi data center yang kini sedang menjadi isu sensitif di wilayah Selatan Amerika Serikat. Seorang netizen bahkan menyebut festival itu bakal menjadi "acara sampah AI" dan mengkritik dampak buruk teknologi kecerdasan buatan terhadap lingkungan.
Merespons penolakan tajam dari masyarakat, Stewart mengklarifikasi melalui unggahan video bahwa perubahan nama itu hanyalah permainan kata dan tidak bertujuan mempromosikan data center. Ia akhirnya memutuskan untuk mengembalikan nama festival ke bentuk semula, yaitu "I Love Irondale Day".
Meskipun anggota Dewan Kota Aaron Sims memastikan belum ada rencana pembangunan data center skala besar di Irondale karena keterbatasan lahan, kecemasan warga tetap tinggi. Hal ini dipicu oleh rencana pembangunan data center bernilai miliaran dolar di kota tetangga, Bessemer, yang mendapat perlawanan keras dari penduduk setempat.
Isu pembangunan data center saat ini memang memicu penolakan meluas di Amerika Serikat. Berdasarkan survei Gallup pada Maret lalu, sekitar 70 persen warga AS menolak keberadaan data center di lingkungan mereka karena khawatir akan polusi suara, lonjakan tagihan listrik, serta besarnya konsumsi air yang merusak lingkungan.
Salah seorang warga Irondale, Kathleen Haberstroh, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak lingkungan dan menyebut ekspansi data center terasa "predatori". Di sisi lain, warga bernama John Horton menganggap pusat data sebagai pemborosan ruang dan sumber daya, meski ia tetap mencintai keindahan kota kecilnya tersebut.
Kendati nama AI dicabut dari judul acara, festival yang digelar pada pertengahan Juli 2026 ini tetap diselimuti nuansa teknologi. Acara dimeriahkan oleh penari dengan kostum robot, stan edukasi kecerdasan buatan, hingga pertunjukan lampu drone di penghujung acara yang membentuk berbagai formasi di langit night kota.