Elektabilitas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam bursa calon presiden mendadak jadi sorotan setelah posisinya tercatat sejajar dengan tokoh nasional seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menduga, kemunculan kembali kritik tajam terkait legalitas pencalonan di Pemilihan Presiden 2024 tidak lepas dari naiknya posisi tawar politik putra sulung Joko Widodo tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Heru, rangkaian kritik yang dilayangkan pakar hukum tata negara Denny Indrayana berpotensi memengaruhi persepsi publik dan menggerus citra politik Gibran menjelang kontestasi mendatang.
Upaya tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi untuk meredாய்ச்ச andalan elektabilitas Gibran dengan cara mengangkat kembali perdebatan hukum masa lalu ke ruang publik.
Heru Pertanyakan Motif Denny Indrayana Desak Prabowo
Heru mempertanyakan motif di balik konsistensi serangan verbal yang terus dilontarkan Denny tanpa melihat dinamika politik yang sedang berjalan saat ini secara objektif.
Heru menilai desakan agar Presiden Prabowo Subianto mencopot Gibran dari posisi wakil presiden sarat akan kepentingan politik ketimbang murni penegakan konstitusi.
Sikap ekstrem tersebut dinilai sengaja dibungkus dengan dalil hukum agar terlihat sebagai bentuk pembelaan terhadap demokrasi oleh seorang akademisi.
Padahal, isu mengenai keabsahan pencalonan tersebut kembali diangkat ke permukaan ketika posisi politik Gibran mulai diperhitungkan secara serius dalam bursa capres.