Suasana duka menyelimuti Islamabad, Pakistan, pada Selasa malam. Ratusan pelayat, diplomat, hingga sesama pegiat gunung berkumpul dalam aksi penyalaan lilin untuk memberikan penghormatan terakhir bagi 10 pendaki yang tewas dalam tragedi longsor di gunung Broad Peak.
Di tengah guyuran hujan di sebuah kompleks olahraga, para pelayat tampak berusaha melindungi nyala lilin sambil memanjatkan doa bagi para korban. Tragedi yang terjadi pada 30 Juli lalu ini menelan korban jiwa dari berbagai negara, termasuk pendaki ternama asal Inggris-Nepal, Nirmal Purja, yang turut menjadi korban dalam sapuan longsor besar tersebut.
Duta Besar Nepal untuk Pakistan, Rita Dhital, tampak hadir dalam acara tersebut. Ia mengenang sosok Nirmal Purja sebagai pribadi yang tak kenal menyerah. "Memberi kata menyerah tidak ada dalam darah saya", ujar Dhital mengenang kutipan yang sering diucapkan mendiang Purja saat bertamu di kediamannya sebelum pendakian maut tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDhital secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada tim penyelamat lokal, termasuk pendaki terkemuka Pakistan, Sirbaz Khan, serta Alpine Club of Pakistan dan pihak militer yang telah berjibaku di tengah kondisi berbahaya. Berdasarkan laporan, seluruh jenazah enam pendaki asal Nepal kini telah berhasil dipulangkan ke pihak keluarga.
Sirbaz Khan, yang memimpin misi evakuasi, membagikan kisah pilu saat timnya harus menembus sisa longsor. Awalnya, ia memiliki harapan besar untuk menemukan korban dalam keadaan selamat. "Saya berharap bisa memeluk mereka setelah menemukan mereka hidup", tutur Khan dengan nada berat.
Harapan itu kandas saat tim menemukan para korban terkubur di bawah salju longsor. Dengan menggunakan sekop, tim penyelamat harus melakukan penggalian manual untuk mengevakuasi jenazah satu per satu. Meski diselimuti kesedihan mendalam, Khan mengaku sedikit lega karena setidaknya pihak keluarga kini bisa memberikan persemayaman layak bagi orang-orang tercinta mereka.
Irfan Arshad Khan, presiden Alpine Club of Pakistan, menambahkan bahwa upaya pemulihan jenazah dilakukan di tengah cuaca ekstrem yang kerap melumpuhkan operasional helikopter. Hal ini memaksa tim penyelamat melakukan evakuasi dengan berjalan kaki menggunakan tali dan tandu darurat.
Sebagaimana diketahui, Broad Peak yang berdiri setinggi 8.051 meter di pegunungan Karakoram merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia. Wilayah utara Pakistan sendiri dikenal sebagai lokasi dengan risiko kecelakaan pendakian yang cukup tinggi mengingat banyaknya puncak gunung ekstrem di sana.