Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk lembaga pendidikan baru bernama Universitas Republik Indonesia (URI). Gubernur URI Donny Ermawan menjelaskan bahwa lembaga ini dibentuk untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan memiliki wawasan kebangsaan kuat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Donny mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo menginginkan adanya pengintegrasian sistem pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi dan pemerintahan. URI juga akan berkesinambungan dengan Sekolah Unggulan Garuda serta terintegrasi dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Rencananya, URI bakal mendirikan hingga 10 kampus di masa mendatang.
Di bawah kepemimpinan Gubernur URI, terdapat Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang membawahi Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta LAN. Fungsi LAN sendiri akan diperkuat, tidak hanya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga melatih serta menyiapkan SDM berkualitas untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Ini semua adalah terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," ujar Donny saat memberikan keterangan di Istana Negara, Jakarta.
Saat ini URI telah mulai menjalankan tugasnya dengan melatih 399 pegawai baru BUMN. Seluruh pembiayaan lembaga ini bersumber dari APBN. Kampus utama URI rencananya akan dibangun di Bogor di atas bekas lahan perkebunan sawit PTPN, sementara aktivitas operasional sementara berlangsung di gedung Kementerian BUMN, Jakarta.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa URI mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan dari beberapa negara luar, salah satunya Prancis yang memiliki Institut National du Service Public (INSP). Lembaga tersebut menggembleng calon pejabat pemerintah, BUMN, hingga kepala daerah sebelum menduduki jabatan strategis.