Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) resmi memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneternya tanpa perubahan. Dalam pertemuan terbarunya, otoritas moneter tersebut sepakat menahan suku bunga acuan di level 1 persen, sebuah keputusan yang telah diprediksi secara luas oleh para pelaku pasar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengumuman resminya pada Jumat (31/7/2026), hasil pemungutan suara di dewan gubernur menunjukkan angka 8 berbanding 1. Mayoritas pengambil kebijakan memilih untuk stabil pada posisi saat ini, sementara Hajime Takata menjadi satu-satunya anggota dewan yang mengusulkan kenaikan suku bunga lanjutan.
Keputusan menahan suku bunga ini diambil di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik, termasuk pergerakan nilai tukar yen. Otoritas setempat sebelumnya terpantau turun tangan ke pasar valuta asing demi menopang mata uang yen yang sempat mengalami tekanan akibat faktor inflasi.
Kendati demikian, bank sentral tetap menunjukkan optimisme yang lebih tinggi terhadap prospek ekonomi domestik. BOJ menegaskan komitmennya untuk terus memantau risiko inflasi inti yang berpotensi melampaui target 2 persen serta siap menyesuaikan biaya pinjaman ke depan.