Aksi jual bersih atau net sell pada saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mendominasi jalannya perdagangan di pasar modal Indonesia. Emiten petrokimia yang berada di bawah kendali konglomerat Prajogo Pangestu ini menjadi sorotan para pelaku pasar setelah sejumlah broker mencatatkan transaksi penjualan bernilai fantastis sepanjang periode 20 hingga 30 Juli 2026.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data perdagangan bursa, PT Maybank Sekuritas Indonesia dengan kode broker ZP tercatat paling agresif melepas kepemilikan saham TPIA. Dalam kurun waktu sekitar dua pekan perdagangan, Maybank membukukan transaksi jual bersih atau net value mencapai Rp651 miliar lebih. Adapun rata-rata harga penjualan saham tersebut berada di kisaran level Rp2.147 per saham.
Langkah masif yang dilakukan oleh Maybank Sekuritas ini turut dibayangi oleh tekanan jual dari broker lainnya. PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan kode YP turut masuk dalam daftar pencetak net sell saham TPIA. Broker tersebut mencatatkan nilai transaksi bersih penjualan sebesar Rp119 miliar lebih dengan tingkat harga rata-rata penjualan di posisi Rp2.151 per saham.
Tekanan jual dari para investor institusi melalui deretan broker tersebut terjadi di tengah dinamika sentimen laporan keuangan perusahaan untuk periode semester I-2026. Akibat derasnya aksi lepas saham ini, pergerakan harga saham TPIA sempat mengalami koreksi hingga ditutup melemah 4% ke level Rp2.110 per saham pada akhir perdagangan Kamis, 30 Juli 2026.