Dua organisasi pendukung hak trans di Inggris, Safe Space Bristol dan Trans+ Solidarity Alliance, meluncurkan surat terbuka kepada pemerintah untuk menolak revisi pedoman Komisi Kesetaraan dan Hak Asasi Manusia (EHRC). Mereka mengajak pelaku usaha dan masyarakat umum untuk turut menandatangani surat protes tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Revisi yang kontroversial itu muncul setelah Mahkamah Agung Inggris memutuskan bahwa Sertifikat Pengakuan Gender (GRC) tidak mengubah jenis kelamin hukum seseorang untuk tujuan Undang-Undang Kesetaraan. Akibatnya, EHRC mengubah definisi "jenis kelamin hukum" dari sebelumnya mengakui GRC, menjadi "jenis kelamin yang tercatat saat lahir".
Safe Space Bristol dan Trans+ Solidarity Alliance menilai perubahan ini akan memaksa bisnis dan layanan publik untuk mengeksklusi orang trans dari ruang dan layanan bergender. Mereka menyebut proposal itu "diskriminatif, tidak praktis, dan merugikan secara ekonomi".
Surat yang ditujukan kepada Menteri Perdagangan Jonathan Reynolds dan Menteri Wanita dan Kesetaraan Bridget Phillipson itu mengklaim revisi akan memaksa bisnis untuk mendiskriminasi, melarang trans mengakses toilet sesuai identitasnya, serta menciptakan risiko hukum dan operasional yang mahal.
Carys Daniels, pendiri Safe Space Bristol, menyatakan kepada PinkNews bahwa surat ini adalah cara krusial bagi bisnis dan sekutu untuk melawan proposal berbahaya. "Banyak orang masih belum tahu sejauh mana apa yang terjadi, jadi kami perlu tidak hanya bisnis untuk menandatangani dan berbagi, tetapi juga semua orang untuk berbicara dan menyebarkan berita," ujarnya.
Daniels menambahkan bahwa setiap suara membantu memperkuat panggilan kolektif mereka untuk menunjukkan bahwa inklusi dan keadilan adalah nilai yang tidak bisa ditawar di tempat kerja dan kehidupan publik Inggris. "Kami harus memastikan ini tidak disahkan secara diam-diam," tegasnya.
Pendiri Trans+ Solidarity Alliance, Jude Guaitamacchi, mengatakan proposal EHRC dalam draf Kode Praktik akan menghancurkan kehidupan trans. "Ini akan mengubah Undang-Undang Kesetaraan menjadi larangan toilet trans dan mengecualikan kami dari berpartisipasi dalam banyak bidang kehidupan publik," jelasnya.
Guaitamacchi mengajak para pemilik bisnis untuk segera menandatangani surat tersebut. "Jika Anda menjalankan bisnis dan tidak ingin staf Anda disuruh menjadi polisi gender, silakan tanda tangan sekarang," serunya. Surat tersebut masih terbuka untuk ditandatangani oleh publik dan pelaku usaha.