Pergerakan saham SpaceX atau SPCX kembali mengalami tekanan berat di pasar keuangan Wall Street setelah melalui pekan perdagangan yang sangat fluktuatif. Saham perusahaan dirundung aksi jual hingga menyentuh level penutupan terendah baru di tengah kekhawatiran investor menjelang rilis laporan keuangan perdana semenjak melantai di bursa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data perdagangan, saham SpaceX ditutup melemah pada akhir pekan lalu dan mencatatkan penurunan signifikan secara mingguan. Sejak debut penawaran umum perdana di harga tinggi bulan lalu, nilai saham perusahaan tercatat sudah terpangkas cukup dalam dari rekor tertingginya.
Tekanan pasar tidak hanya datang dari sentimen kinerja kuartalan, tetapi juga dibayangi oleh agenda pembukaan kunci saham atau lockup expiration yang akan segera berlangsung. Kebijakan ini diprediksi bakal membebaskan jutaan lembar saham ke pasaran, sehingga memicu kekhawatiran terjadinya lonjakan suplai yang menekan harga.
"Potensi merger antara SpaceX dan Tesla juga memicu pengawasan ketat dari Beijing mengingat status SpaceX sebagai kontraktor pertahanan utama Amerika Serikat," ungkap laporan dari kalangan pengamat industri teknologi global.
Selain isu geopolitik dan struktur kepemilikan, para analis pasar keuangan turut menyoroti proyeksi lonjakan belanja modal serta beban utang perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Besarnya kebutuhan pendanaan untuk infrastruktur teknologi masa depan membuat investor terus mencermati tingkat pengembalian modal secara hati-hati.