Pengangguran merupakan kondisi di mana seseorang tidak memiliki pekerjaan tetap, baik dalam bentuk pekerjaan berbayar maupun wirausaha, namun secara aktif siap dan tersedia untuk bekerja. Indikator utama yang digunakan untuk mengukur fenomena ini adalah tingkat pengangguran, yang membandingkan jumlah pencari kerja dengan total angkatan kerja yang ada dalam suatu periode referensi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam analisis ekonomi, pengangguran dibagi ke dalam beberapa kategori utama untuk melihat akar permasalahan secara lebih mendalam. Jenis-jenis tersebut meliputi pengangguran struktural, friksional, siklikal, involunter, hingga pengangguran klasik yang masing-masing memiliki karakteristik serta faktor pemicu yang berbeda di tengah dinamika pasar tenaga kerja.
Pengangguran struktural kerap terjadi akibat ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki pekerja dengan kebutuhan pasar saat ini, yang sering kali dipicu oleh kemajuan teknologi dan globalisasi. Sementara itu, pengangguran friksional berkaitan dengan proses transisi pekerja saat mereka mencari peluang atau pekerjaan baru yang lebih sesuai dengan ekspektasi dan keahlian mereka.
Di sisi lain, pengangguran siklikal sangat bergantung pada fluktuasi siklus bisnis dan kondisi permintaan agregat dalam perekonomian secara keseluruhan. Ketika aktivitas ekonomi mengalami pelemahan atau krisis, perusahaan cenderung mengurangi produksi dan jumlah tenaga kerja, yang kemudian memicu lonjakan angka pengangguran di berbagai sektor industri.