Penjualan konsol genggam Steam Deck milik Valve dilaporkan mengalami penurunan tajam hingga 82 persen secara rata-rata. Penurunan drastis ini ditengarai akibat kenaikan harga pada varian LCD maupun OLED di pasaran.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis dari Boiling Steam, penurunan tersebut dihitung melalui posisi Steam Deck dalam daftar mingguan produk terlaris di Steam. Analisis tersebut juga mencakup estimasi pendapatan yang berhasil diraup dari penjualan perangkat genggam ini.
Boiling Steam menyebutkan bahwa penurunan pendapatan sebesar 72 persen serta kenaikan harga hingga 54 persen telah menghentikan permintaan pasar secara signifikan. Dampaknya, volume unit yang terjual diperkirakan merosot hingga 82 persen.
Data resmi dari Valve turut menguatkan indikasi tersebut. Dalam peringkat produk terlaris global mingguan di Steam, posisi Steam Deck merosot ke urutan ke-14, turun jauh dari yang sebelumnya konsisten berada di jajaran lima besar.
Faktor lain yang memicu penurunan ini adalah penghentian produksi untuk varian LCD. Hal tersebut membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam, minimal 789 dolar AS untuk varian 512GB OLED. Ketersediaan stok varian OLED 512GB dan 1TB juga terganggu akibat kelangkaan komponen RAM.
Di sisi lain, harga model OLED kini makin mendekati Steam Machine yang dibanderol 1.049 dolar AS. Komputer mini tersebut menawarkan performa desktop yang lebih bertenaga, sehingga memicu sebagian konsumen untuk beralih ke perangkat tersebut.
Selain persoalan harga, performa Steam Deck juga mulai tergerus oleh kehadiran berbagai konsol genggam kompetitor yang membawa perangkat keras lebih modern. Steam Deck yang dulunya diunggulkan karena harga terjangkau kini kehilangan daya tariknya.
Meski demikian, situasi ini tidak sepenuhnya kesalahan Valve. Krisis RAM global pada 2026 telah menghantam hampir seluruh produsen PC. Kondisi pasar yang sulit memaksa Valve menaikkan harga demi menghindari kerugian penjualan produk.