Amerika Serikat saat ini tengah menghadapi krisis kesehatan serius menyusul merebaknya wabah campak terburuk dalam kurun waktu 35 tahun terakhir. Lonjakan kasus ini terjadi di tengah semakin meluasnya keraguan serta gelombang penolakan masyarakat terhadap program vaksinasi yang digalakkan pemerintah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC pada Jumat, tercatat sebanyak 2.318 kasus campak terkonfirmasi di seluruh wilayah AS sejak awal tahun 2026. Angka tersebut telah melampaui total keseluruhan kasus sepanjang tahun sebelumnya yang mencapai 2.289 kasus serta merenggut tiga korban jiwa, di mana dua di antaranya merupakan anak-anak.
Campak dikenal sebagai penyakit menular yang sangat agresif dengan gejala klinis meliputi demam tinggi, gangguan saluran pernapasan, hingga munculnya ruam khas pada kulit. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat memicu komplikasi parah seperti pneumonia serta radang otak yang berisiko menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.
Negeri Paman Sam sebenarnya sempat mencatatkan sejarah penting pada tahun 2000 ketika dinyatakan berhasil mengeliminasi campak berkat tingginya cakupan imunisasi massal. Kendati demikian, penyakit berbahaya ini kembali bangkit dalam beberapa tahun terakhir seiring merosotnya angka vaksinasi dan menipisnya kepercayaan publik terhadap otoritas kesehatan.
Situasi kian memanas setelah Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr. turut menjadi pusat sorotan publik dan media internasional. Ia dituding ikut berkontribusi memperburuk situasi krisis kesehatan ini karena rekam jejaknya yang kerap menyebarkan sentimen anti-vaksin serta memicu keraguan luas terkait keamanan produk vaksin.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa eskalasi wabah campak sebesar ini terakhir kali melanda AS pada tahun 1991 dengan total mencapai 9.643 kasus sebelum akhirnya berhasil ditekan lewat penerapan vaksinasi dua dosis secara masif.