Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Kebijakan Tarif Donald Trump, Alasan...
INTERNASIONAL

Kebijakan Tarif Donald Trump, Alasan Baru Demi Pertahankan Aturan

By Bambang Prasetyo • 2 min read • 31 Juli 2026
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan kebijakan perdagangan dan tarif

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menyampaikan kebijakan perdagangan dan tarif

Pemerintahan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump terus berupaya mencari dasar hukum yang kuat guna mempertahankan kebijakan pembatasan perdagangan. Setelah sempat menggunakan dalih darurat nasional dan masalah pembayaran internasional, isu kerja paksa kini diangkat sebagai alasan terbaru.

Langkah ini diambil setelah Mahkamah Agung AS membatalkan penggunaan International Emergency Economic Powers Act yang sebelumnya menjadi landasan hukum utama. Sementara itu, aturan sementara di bawah Section 122 juga telah berakhir, sehingga pemerintah beralih menggunakan Section 301 dari Trade Act of 1974.

Melalui aturan baru tersebut, Amerika Serikat mengenakan tarif tambahan kepada puluhan mitra dagang global, termasuk Singapura, dengan dalih bahwa negara-negara tersebut dinilai kurang optimal dalam membatasi perdagangan produk yang melibatkan kerja paksa.

Kendati dinilai memiliki landasan hukum yang lebih mapan ketimbang kebijakan sebelumnya, penerapan Section 301 secara massal ini tetap memicu perdebatan hukum serta gugatan dari sejumlah pelaku usaha domestik di tingkat lokal.

Para pengamat perdagangan internasional menilai bahwa konsistensi cakupan produk yang dikenakan tarif menunjukkan kebijakan tersebut lebih didorong oleh kepentingan proteksionisme ketimbang bukti faktual terkait pelanggaran rantai pasok.

Dengan berbagai instrumen perdagangan yang terus disiapkan oleh Gedung Putih, para analis memperkirakan bahwa tembok tarif di sekitar perekonomian Amerika Serikat akan tetap bertahan dalam jangka panjang meskipun dasar hukumnya terus berganti.

Topics
donald trump tarif amerika serikat perdagangan ekonomi kebijakan internasional hinrich foundation
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.