Kelompok Houthi di Yaman membantah keras keterlibatan mereka dalam serangan drone yang menimpa dua kapal gas di Pelabuhan Damietta, Mesir, Kamis (30/7). Bantahan ini disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri yang dikelola Houthi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sumber dari kementerian tersebut, dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Saba yang afiliasi dengan Houthi, menegaskan bahwa tidak ada kebenaran dalam isu penyerangan kapal di Pelabuhan Damietta. "Tidak ada kebenaran dalam rumor tentang penargetan kapal di Pelabuhan Damietta di Republik Arab Mesir," demikian bunyi pernyataan itu.
Kelompok yang berbasis di Sanaa tersebut juga menegaskan bahwa mereka hanya menargetkan Arab Saudi, dan menyebut posisi mereka "jelas, terumumkan, dan eksplisit". "Navigasi di Laut Merah aman, dan tidak ada alasan untuk kekhawatiran apapun," tambah sumber tersebut.
Sebelumnya pada hari yang sama, Mesir mengonfirmasi bahwa sebuah drone menyebabkan kebakaran di dua kapal di Pelabuhan Damietta pada Rabu (29/7) lalu. Namun, otoritas Mesir hingga saat ini belum secara resmi mengidentifikasi pihak di balik serangan tersebut.
Konfirmasi itu muncul sehari setelah ledakan menghantam fasilitas penyimpanan LNG terapung milik AS yang dioperasikan di Pelabuhan Damietta. Kapal tersebut berbendera Kepulauan Marshall, menurut firma risiko maritim Ambrey.
Presiden AS Donald Trump merespons keras insiden tersebut dengan mengancam akan memberikan tanggapan yang "sangat keras" terhadap serangan drone di kapal milik AS di Mesir. Trump menyampaikan ancaman itu pada Rabu (29/7), sehari sebelum Houthi menyampaikan bantahannya.