Camp David - Janji manis Donald Trump kepada Ukraina hanya bertahan beberapa hari. Dalam rapat kabinet di Camp David, Jumat (31/7), Presiden AS itu secara terang-terangan menarik kembali komitmennya untuk mengizinkan Kyiv memproduksi sendiri rudal pencegat Patriot.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Awalnya, Trump sempat menggoda ide tersebut dalam KTT NATO di Turki bulan ini. Bahkan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut topik itu sebagai pembicaraan produktif dalam pertemuan mereka di Gedung Putih, Selasa lalu. Namun, saat ditanya wartawan di Camp David, Trump berubah sikap. "Kami belum menyetujui itu. Kami sedang membicarakannya, tapi ini adalah hal yang sulit untuk diberikan teknologi semacam itu," ujar Trump.
Trump beralasan memberikan teknologi Patriot memiliki risiko besar. "Orang-orang yang Anda berikan teknologi itu, suatu hari nanti bisa berbalik melawan Anda. Anda tahu itu mungkin terjadi," tambahnya. Ia juga memamerkan kecepatan rudal yang mencapai 8.600 mil per jam, seraya bercanda, "Jika Anda melaju 60, itu terasa agak cepat."
Pembalikan sikap ini jelas mengecewakan Ukraina. Selama setahun terakhir, Kyiv terus melobi untuk mendapatkan lebih banyak rudal pencegat dan izin produksi sendiri. Namun, kelangkaan global diperparah oleh besarnya persediaan Patriot dan Tomahawk yang dihabiskan AS dalam konfrontasi dengan Iran.
Trump juga menyentuh konflik Iran, mengancam akan "memukul mereka dengan sangat keras" jika pembicaraan gagal. Ia meremehkan militer Iran yang dianggap "tidak memiliki angkatan laut dan anti-pesawat". Ironisnya, analisis para ahli dari Center for Strategic and International Studies justru menunjukkan dua pertiga rudal pencegat Pentagon telah digunakan, mendorong kontrak militer senilai 58,6 miliar dolar AS dengan Lockheed Martin untuk membangun kembali persediaan.
Sementara itu, di tengah pertemuan tersebut, Trump juga mengumumkan kesepakatan "bersejarah" untuk pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza. Namun, ia kembali tak mau merinci, hanya mengatakan bahwa AS memiliki "pemahaman" dengan Israel dan mereka "sangat senang". Detail seperti apakah penarikan akan mendahului pelucutan senjata, yang menjadi sandra perundingan, diabaikan begitu saja.