Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Ketegangan Timur Tengah Meningkat,...
INTERNASIONAL

Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Trump Akui Hilang Kepercayaan Pada Iran

By Dewi Lestari • 1 min read • 1 Agustus 2026
Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan pers terkait konflik dengan Iran di Camp David.

Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan pers terkait konflik dengan Iran di Camp David.

Konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah diprediksi bakal berlangsung dalam durasi yang lebih panjang. Sinyal kuat ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengaku mulai kehilangan keyakinan terhadap para negosiator asal Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Trump di hadapan para awak media dalam agenda rapat kabinet yang dilangsungkan di kompleks peristirahatan kepresidenan Camp David, Maryland. Orang nomor satu di Amerika Serikat itu menyoroti secara tajam aksi serangan rudal yang belum lama ini dilancarkan oleh Teheran ke arah posisi pasukan AS di Yordania.

Tindakan militer tersebut sekaligus memupus harapan karena mengakhiri masa jeda pertempuran yang sempat tercipta selama beberapa hari terakhir. Suasana diplomasi kini tampak semakin buram menyusul sikap tegas dari Washington.

"Saya mulai kehilangan kepercayaan kepada mereka karena mereka memang berbohong dan memberikan informasi yang menyesatkan," ujar Trump dalam kesempatan tersebut.

Tidak berhenti di situ, Trump juga memberikan ancaman keras terkait langkah balasan yang akan diambil oleh negaranya. Pemerintah Amerika Serikat dipastikan tidak akan tinggal diam menghadapi situasi keamanan yang terus memanas.

"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras, dan pada akhirnya mereka akan mengatakan bahwa mereka sudah tidak sanggup lagi," tegasnya.

Topics
donald trump iran timur tengah amerika serikat konflik global militer berita internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.