Barcelona baru-baru ini mengonfirmasi bahwa sang kapten, Frenkie de Jong, mengalami cedera robek ligamen kolateral medial yang memaksanya harus menepi dari lapangan hijau dalam waktu cukup lama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Gelandang asal Belanda ini sempat mendapat kritik tajam karena tetap memaksakan diri bermain di ajang Piala Dunia 2026 meski dalam kondisi cedera. Akibat situasi tersebut, ia bahkan harus merilis pernyataan resmi untuk menegaskan kembali komitmen penuhnya kepada klub.
Kini, kubu Blaugrana berharap proses pemulihan cedera Frenkie de Jong dapat berjalan lancar setelah sang pemain memilih untuk menjalani pengobatan konservatif dan menghindari tindakan operasi lutut dalam waktu dekat.
Kendati demikian, laporan dari SPORT menyebutkan bahwa ada kekhawatiran yang kian membesar di internal klub mengenai potensi risiko jika rencana pemulihan awal ini nantinya justru mengalami kegagalan.
Ketakutan terbesar manajemen klub adalah apabila proses rehabilitasi De Jong tidak berjalan sesuai harapan, sehingga tindakan operasi pada akhirnya tetap menjadi satu-satunya jalan keluar yang tak terhindarkan.
Jika skenario terburuk itu terjadi, durasi absen sang kapten dipastikan bakal jauh lebih lama dari perkiraan semula, membuat Barcelona kehilangan banyak waktu berharga dalam proses pemulihan sang pemain.
Situasi ini mengingatkan publik Camp Nou pada masa lalu, tepatnya pada tahun 2022 ketika Ansu Fati sempat menolak opsi intervensi bedah meski pihak klub meyakini bahwa operasi adalah pilihan terbaik untuk pemulihannya.
Meskipun Ansu Fati pada akhirnya bisa kembali merumput, rentetan cedera dan masalah otot berulang membuatnya kesulitan menemukan kembali performa terbaik serta ketajaman eksplosif seperti di awal kemunculannya.
Pengalaman pahit tersebut meninggalkan trauma tersendiri bagi Barcelona. Pihak klub tentu sangat ingin menghindari terulangnya situasi pelik serupa yang melibatkan sang kapten tim utama mereka.
Selain itu, Barcelona juga dikabarkan merasa kecewa terhadap KNVB dan Ronald Koeman karena De Jong tetap dimainkan di Piala Dunia meski sempat merasakan ketidaknyamanan pada lututnya.
Meski demikian, manajemen menyadari bahwa tidak ada gunanya meratapi masa lalu dan fokus utama saat ini adalah memberikan dukungan penuh agar proses penyembuhan De Jong berjalan tanpa hambatan.
Terapi konservatif sebenarnya merupakan metode medis yang diakui dan terbukti berhasil bagi banyak atlet untuk pulih tanpa harus naik meja operasi, sehingga harapan besar kini disematkan pada pemulihan De Jong.