Menatap era baru di Stadion Etihad, Enzo Maresca datang dengan pendirian yang sangat kokoh. Pelatih asal Italia tersebut secara terbuka menyatakan keengganannya untuk sekadar meniru atau menduplikasi kesuksesan gaya kepelatihan Pep Guardiola yang telah meletakkan standar tinggi di Manchester City selama satu dekade terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari situs resmi klub pada Sabtu (25/7), Maresca menekankan pentingnya memiliki karakter serta visi taktik yang otentik. "Saya rasa setiap pelatih berbeda, baik dalam cara bekerja sehari-hari maupun pendekatan terhadap pertandingan. Kami akan melihat konsep apa yang perlu disesuaikan. Saya tidak percaya pada konsep copy and paste. Saya melihat sepak bola dengan cara yang berbeda dari pelatih sebelumnya," ujar Maresca.
Dari analisis awak media, keputusan Maresca untuk tidak menjadi bayang-bayang Guardiola merupakan langkah strategis yang sangat berani namun rasional. Menggantikan sosok pelatih legendaris yang mempersembahkan enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, serta satu Piala Dunia Antarklub dalam 10 tahun tentu bukan tugas yang mudah. Upaya memaksakan diri meniru gaya Guardiola justru berpotensi membebani skuad The Citizens.
Sebelum resmi dipercaya memegang kendali penuh atas tim utama Manchester City, Maresca sebenarnya bukan orang baru di lingkungan klub. Ia pernah mengemban tugas penting sebagai asisten Guardiola pada musim 2022/23, pengalaman berharga yang memberikannya pemahaman mendalam mengenai kultur internal klub sebelum akhirnya meniti jalan kepelatihannya sendiri.