Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Markas IRGC Dihantam Rudal AS, Iran...
INTERNASIONAL

Markas IRGC Dihantam Rudal AS, Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata

By Dewi Lestari • 1 min read • 25-07-2026
Fasilitas militer dan pos komando IRGC Iran yang menjadi target serangan rudal Amerika Serikat

Fasilitas militer dan pos komando IRGC Iran yang menjadi target serangan rudal Amerika Serikat

Ketegangan militer antara Teheran dan Washington kian membara setelah otoritas Iran mengonfirmasi bahwa pangkalan militer mereka di wilayah utara menjadi sasaran empuk serangan udara Amerika Serikat. Berdasarkan laporan resmi, salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan cukup serius adalah pos komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berlokasi di Provinsi Gilan.

Menurut keterangan Wakil Gubernur Gilan, Ali Bagheri, kompleks militer strategis tersebut dihantam bom pada Jumat pagi. "Markas besar Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran di daerah Zibaknar menjadi sasaran bom musuh Amerika pagi ini, yang merusak sebagian peralatan di kompleks tersebut," ungkap Bagheri saat diwawancarai kantor berita IRNA.

Dari pantauan redaksi, eskalasi konflik ini terus meluas seiring pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) yang mengklaim telah melancarkan gelombang gempuran selama 13 malam berturut-turut. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, serangan beruntun armada militer AS difokuskan untuk melumpuhkan infrastruktur pertahanan Iran yang dinilai mengancam keamanan jalur pelayaran komersial di kawasan strategis Selat Hormuz hingga Laut Merah.

Meskipun gempuran rudal terus memicu ledakan di berbagai kota besar seperti Teheran, Ahvaz, dan Bandar Abbas, pemerintah Iran dilaporkan tetap bersikap keras. Berdasarkan laporan The New York Times, Teheran secara tegas menolak tawaran proposal gencatan senjata yang disodorkan Amerika Serikat melalui perantara Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi.

Topics
iran amerika serikat irgc centcom gencatan senjata selat hormuz
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.