Ketegangan militer antara Teheran dan Washington kian membara setelah otoritas Iran mengonfirmasi bahwa pangkalan militer mereka di wilayah utara menjadi sasaran empuk serangan udara Amerika Serikat. Berdasarkan laporan resmi, salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan cukup serius adalah pos komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang berlokasi di Provinsi Gilan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Menurut keterangan Wakil Gubernur Gilan, Ali Bagheri, kompleks militer strategis tersebut dihantam bom pada Jumat pagi. "Markas besar Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran di daerah Zibaknar menjadi sasaran bom musuh Amerika pagi ini, yang merusak sebagian peralatan di kompleks tersebut," ungkap Bagheri saat diwawancarai kantor berita IRNA.
Dari pantauan redaksi, eskalasi konflik ini terus meluas seiring pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) yang mengklaim telah melancarkan gelombang gempuran selama 13 malam berturut-turut. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, serangan beruntun armada militer AS difokuskan untuk melumpuhkan infrastruktur pertahanan Iran yang dinilai mengancam keamanan jalur pelayaran komersial di kawasan strategis Selat Hormuz hingga Laut Merah.
Meskipun gempuran rudal terus memicu ledakan di berbagai kota besar seperti Teheran, Ahvaz, dan Bandar Abbas, pemerintah Iran dilaporkan tetap bersikap keras. Berdasarkan laporan The New York Times, Teheran secara tegas menolak tawaran proposal gencatan senjata yang disodorkan Amerika Serikat melalui perantara Perdana Menteri Irak, Ali al-Zaidi.