Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Skandal Jual Piala Dunia, Infantino...
INTERNASIONAL

Skandal Jual Piala Dunia, Infantino Dapat Boykot UEFA

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 31 Juli 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi protes rencana penjualan saham Piala Dunia

Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi protes rencana penjualan saham Piala Dunia

Rencana kontroversial Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta mendapat tentangan keras dari berbagai pihak. Bahkan, Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) secara bulat mengancam akan memboikot seluruh turnamen FIFA jika Infantino tetap melanjutkan niatnya tersebut. Langkah ini dinilai telah melampaui batas etika dan tata kelola sepak bola dunia.

Jika ancaman boikot UEFA direalisasikan, maka negara-negara seperti Spanyol dan Portugal yang merupakan tuan rumah Piala Dunia 2030 harus bersiap untuk tidak mengikuti turnamen yang mereka selenggarakan sendiri. Situasi ini tentu akan menjadi ironi terbesar dalam sejarah sepak bola dan bisa memicu krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA di bawah Infantino.

Sheikh Salman bin Ibrahim al-Khalifa, Ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang juga seorang bangsawan Bahrain, menyatakan keprihatinan mendalam atas langkah sepihak FIFA. "AFC sangat prihatin bahwa tindakan sepihak FIFA tampaknya merusak fondasi sepak bola benua yang didasarkan pada solidaritas, kerja sama, dan transparansi," ujarnya dalam pernyataan resmi. Ia pun menyerukan standar etika dan tata kelola yang lebih tinggi.

Tak hanya UEFA dan AFC, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) juga dikabarkan menolak rencana tersebut. Penolakan dari tiga konfederasi besar ini menunjukkan betapa tidak populernya skema bisnis yang digagas Infantino. Bahkan, federasi-federasi yang selama ini menerima bantuan dana pengembangan dari FIFA pun mulai menunjukkan sikap kritis terhadap pemimpin mereka.

Di balik kontroversi ini, nama JP Morgan muncul sebagai lembaga keuangan yang diajak bekerja sama untuk menggalang dana sebesar 4,2 miliar dolar AS melalui kendaraan komersial baru. Padahal, lima tahun lalu JP Morgan terpaksa meminta maaf atas keterlibatan mereka dalam rencana pembentukan European Super League yang gagal total. Saat itu mereka mengaku salah menilai pandangan komunitas sepak bola dan berjanji akan belajar dari kesalahan. Kini, mereka kembali berada di pusat badai yang sama.

Presiden AS Donald Trump yang disebut-sebut sebagai teman dekat Infantino juga belum memberikan komentar resmi mengenai rencana ini. Trump tengah disibukkan dengan upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk kesepakatan pelucutan senjata Hamas di Gaza. Infantino diketahui pernah hadir dalam acara pelantikan dewan perdamaian yang dibentuk Trump, menunjukkan kedekatan mereka yang mungkin memengaruhi keberanian Infantino mengambil langkah kontroversial ini.

Kolumnis senior Guardian, Marina Hyde, menilai bahwa Infantino terlalu terpengaruh oleh kedekatannya dengan Trump. Ia menyebut fenomena ini sebagai "kultus kepribadian" di mana Infantino berusaha meniru karakteristik unik Trump dan percaya bahwa ia bisa lolos dari berbagai aturan seperti yang dilakukan presiden AS tersebut. "Kesalahan Infantino adalah gagal menghitung risiko politik, dan kini hari-harinya di FIFA mungkin telah terhitung," tulis Hyde dalam opininya.

Hingga berita ini diturunkan, Infantino bersikukuh akan melanjutkan rencana kontroversialnya meskipun ancaman boikot UEFA mengintai. Langkah ini dinilai nekat mengingat tanpa partisipasi tim-tim Eropa terbaik, nilai komersial Piala Dunia akan anjlok drastis. Dunia sepak bola kini menunggu langkah selanjutnya dari pemimpin tertinggi FIFA yang tampaknya semakin terisolasi akibat ambisi bisnisnya sendiri.

Topics
fifa gianni infantino piala dunia uefa boikot investasi sepak bola kontroversi jp morgan donald trump
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.