Ketegangan di Timur Tengah kembali mencuri perhatian dunia internasional menyusul sikap terbaru yang disampaikan oleh kelompok militan Hamas. Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun Telegram mereka pada Jumat, Hamas menyatakan kesiapan mereka untuk melucuti persenjataan berat yang dimiliki.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Namun, keputusan besar tersebut tidak datang tanpa syarat. Kelompok tersebut menegaskan bahwa pelucutan senjata hanya akan dilakukan apabila pasukan militer Israel menarik seluruh personelnya dari wilayah Jalur Gaza dan menyetujui pembentukan negara Palestina yang merdeka.
Selain penarikan pasukan Israel dan kemerdekaan Palestina, Hamas juga mengajukan beberapa ketentuan pendukung lainnya. Mereka meminta agar dibentuk sebuah komite administrasi khusus di Gaza serta adanya penempatan pasukan keamanan internasional di wilayah konflik tersebut.
Di sisi lain, respons berbeda ditunjukkan oleh pihak Israel. Seorang pejabat tinggi Israel yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pemerintahannya secara tegas menolak untuk menarik mundur pasukannya dari Gaza sebelum Hamas benar-benar menuntaskan pelucutan senjata terlebih dahulu.
Perbedaan prinsip yang cukup tajam antara kedua belah pihak ini dinilai semakin memperkecil peluang tercapainya terobosan cepat dalam proses perdamaian. Padahal, dinamika politik global terus berputar menyusul keterlibatan para pemimpin dunia dalam mencari solusi terbaik.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat menyampaikan klaim optimis pada Kamis. Ia menyebut bahwa kesepakatan terkait pelucutan senjata Hamas telah tercapai dan menggambarkannya sebagai sebuah langkah monumental menuju perdamaian serta keamanan jangka panjang di kawasan tersebut.