Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan wejangan keras kepada prajurit TNI saat kunjungan kerja ke Markas Yonif TP 941/Singa Perbangsa di Karawang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026). Ia menegaskan bahwa profesi tentara bukan sekadar untuk tampil gagah di mata publik, tetapi ada tanggung jawab besar yang melekat di pundak mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Jadi tentara tidak untuk gagah-gagahan, tegas Sjafrie di hadapan para prajurit. Ia mengingatkan bahwa di balik penampilan yang gagah, setiap prajurit harus siap mengorbankan jiwa dan raga demi kedaulatan negara dan bangsa Indonesia. Pengorbanan itulah yang membedakan tentara dengan profesi lainnya.
Menhan juga menekankan bahwa seluruh fasilitas, gaji, dan kebutuhan prajurit berasal dari rakyat. Berarti berasal dari 280 jutaan rakyat yang membiayai kita sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia, ujarnya. Karena itu, ia meminta setiap prajurit menyadari posisinya sebagai abdi rakyat yang tugas utamanya melindungi dan mengabdi kepada masyarakat.
Sjafrie mengingatkan bahwa prajurit berasal dari rakyat dan kelak akan kembali menjadi rakyat setelah masa pensiun. Oleh sebab itu, selama masih berdinas, mereka wajib mengabdikan diri sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Jangan pernah menyakiti hati rakyat, itu pesan utama yang harus dipegang teguh, pesan Menhan.
Ia juga meminta prajurit untuk mengamalkan nilai-nilai Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menghafalnya. Itu dipasang di barak-barak, itu bukan pajangan. Kau harus baca, kau harus pikirkan, dan kau harus simpan dalam jiwa dan ragamu, tegas Sjafrie.
Dalam kesempatan itu, Menhan memberi apresiasi kepada Yonif TP 941/Singa Perbangsa yang dinilai aktif berbaur dengan masyarakat. Mulai dari membantu kegiatan pendidikan, beribadah bersama warga, membina olahraga, hingga menjaga keamanan lingkungan. Kedekatan ini menurut Sjafrie adalah wujud nyata pengabdian TNI.
Lebih lanjut, Sjafrie menjelaskan bahwa kedekatan dengan rakyat merupakan implementasi dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta yang diamanatkan oleh UUD 1945. Dengan begitu, TNI tidak hanya menjadi kekuatan militer, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat.
Menutup kunjungannya, Menhan berpesan kepada prajurit muda untuk terus meningkatkan kemampuan, disiplin, dan kesiapan menjalankan tugas. Negara atas nama rakyat berkewajiban memenuhi pendidikan, latihan, dan kemampuanmu. Tapi ingat, kau berbakti pada negara dan bangsa, pungkas Sjafrie.