Sir Alexander Chapman Ferguson, atau yang akrab disapa Fergie, adalah nama yang tak asing di dunia sepak bola. Pria kelahiran Glasgow, 31 Desember 1941 ini dikenal sebagai salah satu manajer terhebat sepanjang masa berkat kiprahnya selama 26 tahun menukangi Manchester United dan membawa klub tersebut meraih 38 trofi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebelum menjadi pelatih legendaris, Ferguson memulai karier sebagai pemain depan untuk sejumlah klub Skotlandia seperti Queen's Park, St Johnstone, Dunfermline Athletic, dan Rangers. Ia bahkan sempat menjadi top skor liga Skotlandia pada musim 1965-66 bersama Dunfermline. Namun, cedera dan persaingan ketat membuatnya lebih bersinar di sisi taktik ketimbang di lapangan hijau.
Karier manajerial Ferguson dimulai dari klub kecil East Stirlingshire pada 1974, lalu berlanjut ke St Mirren yang ia bawa promosi ke divisi pertama. Namun, puncak ketenaran awalnya datang bersama Aberdeen. Di sana, ia memecahkan dominasi Celtic dan Rangers dengan meraih tiga gelar liga Skotlandia, empat Piala Skotlandia, serta Piala Winners Eropa dan Piala Super Eropa pada 1983.
Ferguson juga sempat menjadi pelatih sementara tim nasional Skotlandia pada 1986 setelah kepergian Jock Stein, membawa The Tartan Army ke Piala Dunia Meksiko. Namun, ia segera mendapat tawaran yang mengubah hidupnya: menjadi manajer Manchester United pada November 1986, menggantikan Ron Atkinson.
Awal kariernya di Old Trafford tidak mulus. Ferguson nyaris dipecat pada 1990 sebelum timnya menang di Piala FA atas Crystal Palace. Kemenangan itu jadi titik balik. Ia mulai membangun skuat dengan pemain muda seperti Ryan Giggs, David Beckham, Paul Scholes, Nicky Butt, dan Gary Neville yang kelak dikenal sebagai "Class of 92".
Era keemasan United dimulai pada 1990-an. Ferguson memenangkan gelar Premier League pertama pada 1993, mengakhiri penantian 26 tahun. Puncaknya pada 1999, saat United mencatatkan treble bersejarah: Premier League, FA Cup, dan Liga Champions, dengan dua gol dramatis di injury time final melawan Bayern Munich. Ferguson pun digelari "Sir" dari Ratu Elizabeth II.
Ferguson dikenal dengan kedisiplinan besi dan kemampuannya membangun tim dari generasi ke generasi. Ia tak ragu menjual pemain bintang seperti David Beckham, Ruud van Nistelrooy, dan Jaap Stam demi regenerasi. Di sisi lain, ia juga mahir mendatangkan pemain kunci seperti Eric Cantona, Roy Keane, Cristiano Ronaldo, dan Wayne Rooney yang menjadi tulang punggung kesuksesan.
Persaingan dengan Arsene Wenger di Arsenal dan Jose Mourinho di Chelsea menjadi salah satu narasi paling seru di Premier League. Ferguson dan Wenger terlibat duel sengit pada akhir 1990-an hingga 2000-an, sementara Mourinho datang sebagai "The Special One" yang mampu menantang dominasi United.
Ferguson pensiun pada akhir musim 2012-13 setelah membawa United meraih gelar Premier League ke-13, sekaligus yang ke-20 sepanjang sejarah klub. Ia digantikan oleh David Moyes, meski tak ada yang mampu meniru kesuksesannya. Total, ia melatih United dalam 1.500 pertandingan dan memenangkan 38 trofi, menjadikannya manajer dengan koleksi terbanyak sepanjang sejarah sepak bola.
Di luar lapangan, Ferguson dikenal sebagai kolektor wine, pendukung Partai Buruh, dan penggemar balap kuda. Ia juga sempat mengalami pendarahan otak pada 2018 namun berhasil pulih. Kini, di usianya yang ke-84, ia tetap menjadi ikon dan direktur kehormatan Manchester United, serta duta bagi sejumlah badan amal termasuk Playlist for Life yang fokus pada perawatan demensia.