Meskipun proses pengajuan kanditatur resmi belum dibuka, gelaran Piala Dunia 2038 dan 2042 sudah memiliki kandidat kuat. Jerman secara resmi menyatakan ketertarikannya untuk menjadi tuan rumah salah satu edisi turnamen tersebut, dua dekade setelah sukses menggelar Piala Dunia 2006.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pernyataan resmi ini disampaikan langsung oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada Selasa (29/7). Axel Hellmann, anggota dewan administrasi DFB, mengungkapkan bahwa ada inisiatif kuat dari presiden DFB, Bernd Neuendorf, untuk mengajukan pencalonan. "Kami sangat menyukai ide ini, dan ada inisiatif dari Neuendorf serta DFB untuk mencalonkan diri untuk edisi 2042, mungkin bahkan 2038. Itu tergantung pada regulasi FIFA," ujar Hellmann.
Namun, ada hambatan besar yang harus dihadapi Jerman. Peraturan FIFA mewajibkan adanya rotasi minimal dua konfederasi sebelum Piala Dunia kembali ke benua yang sama. Dengan edisi 2030 yang disebar di tiga benua termasuk Eropa, maka edisi 2034 otomatis harus digelar di Asia atau Oseania, dan Arab Saudi diprediksi akan menjadi tuan rumah.
Jika FIFA konsisten dengan aturan rotasinya, maka edisi 2038 seharusnya menjadi giliran Oseania atau Amerika Utara. Dengan Australia yang justru berada di Konfederasi Asia, peluang untuk kembali ke Amerika Serikat setelah 2026 terbuka lebar. Pertanyaannya, apakah FIFA akan melonggarkan aturan tersebut demi Jerman?
Hellmann tetap optimistis meski tahu aturan itu sulit dilanggar. Ia menekankan kesiapan infrastruktur Jerman sebagai nilai jual utama. "Jerman memiliki infrastruktur yang diperlukan dalam hal stadion, transportasi, dan perhotelan. Semua pertandingan akan penuh penonton. Ini akan menjadi kesuksesan. Pencalonan untuk 2038 mungkin dilakukan, tapi saya yakin kami memiliki peluang besar untuk 2042," tegasnya.
Meski ambisius sebagai empat kali juara dunia, performa Die Mannschaft di tiga Piala Dunia terakhir justru memprihatinkan. Mereka tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022, serta hanya mampu mencapai babak 16 besar pada edisi 2026. Namun, hal itu tak menyurutkan niat DFB untuk membawa pesta sepak bola dunia kembali ke tanah Jerman.