Donald Trump kembali memicu kontroversi. Kali ini, ia menawarkan akses awal ke postingan di Truth Social melalui layanan berlangganan baru yang disebut Truth API. Harga yang dipatok pun fantastis, mencapai 100 ribu dolar AS per bulan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Layanan yang resmi diluncurkan pada Sabtu (1/8) ini memungkinkan pelanggan bisnis mengakses unggahan dari akun-akun besar di Truth Social lebih cepat dari pengguna biasa. Tujuannya, menurut CEO sementara Kevin McGurn, untuk menyediakan "feed langsung dan real-time dari postingan paling berpengaruh di platform."
Meskipun tidak secara spesifik menyebut Trump, akun @realDonaldTrump adalah yang terbesar di Truth Social dengan 13 juta pengikut. Trump kerap mengumumkan keputusan kebijakan besar, termasuk tarif dan konflik Iran, melalui platform ini sebelum ke tempat lain.
Kritikus menuding layanan ini adalah bentuk manipulasi pasar dan insider trading. Sebab, postingan Trump sering memicu pergerakan pasar saham global. Tahun lalu, ia mempublikasikan lebih dari 100 unggahan dalam sehari saat pasar saham dunia ambruk akibat kekhawatiran "Trumpcession."
Hanya beberapa hari sebelum peluncuran, dua senator Demokrat, Adam Schiff dan Elizabeth Warren, mengirim surat kepada Ketua SEC Paul Atkins. Mereka meminta komisi sekuritas itu menyelidiki apakah Truth API melanggar hukum.
"Ini tampak sebagai penyalahgunaan jabatan presiden yang keterlaluan untuk keuntungan pribadi, yang merugikan investor sehari-hari dan integritas pasar kita," tulis Schiff dan Warren dalam surat tertanggal Selasa lalu.
Kekhawatiran utama adalah Trump bisa mendapat keuntungan finansial langsung. Ia adalah pemegang saham terbesar di perusahaan induk Truth Social. Setiap pengumuman kebijakan yang menggerakkan pasar berpotensi menguntungkan portofolionya.
Postingan Trump tentang Iran menjadi perhatian khusus. Investor khawatir kenaikan harga minyak akibat konflik akan menjaga inflasi tetap tinggi dan memicu Federal Reserve menaikkan suku bunga.
Nilai saham Trump Media sendiri telah turun lebih dari 70 persen sejak Trump menjabat tahun lalu, menghapus sekitar 6 miliar dolar AS nilai pemegang saham. Namun pengungkapan keuangan tahunan Trump menunjukkan ia menghasilkan lebih dari 1 miliar dolar AS tahun lalu dari perusahaan dan penawaran yang sama.
Menariknya, sehari sebelum peluncuran Truth API, saham Trump Media naik 5,5 persen menjadi 10,39 dolar AS. Ini menunjukkan pasar mungkin menyambut positif potensi sumber pendapatan baru di tengah penurunan tajam sebelumnya.
Perusahaan Trump selama ini mengandalkan pendapatan iklan. Truth API diharapkan bisa memperluas sumber pendapatan, tapi juga membuka celah konflik kepentingan yang semakin besar.
Hingga berita ini diturunkan, SEC belum memberikan tanggapan resmi atas surat para senator. Namun tekanan politik terhadap Trump dan perusahaannya terus meningkat seiring peluncuran layanan kontroversial ini.