Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kontroversi Foto Pejabat RI di Stand...
BERITA

Kontroversi Foto Pejabat RI di Stand Elbit, Solidaritas Palestina Dipertanyakan

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 2 Agustus 2026
Foto Letjen TNI Rui Duarte di stand Elbit Systems Farnborough Airshow yang menuai kontroversi

Foto Letjen TNI Rui Duarte di stand Elbit Systems Farnborough Airshow yang menuai kontroversi

JAKARTA - Sebuah foto yang beredar dari Farnborough International Airshow di Inggris menjadi sorotan tajam. Foto itu memperlihatkan Letnan Jenderal TNI Rui F.G.P. Duarte, pejabat senior Kementerian Pertahanan RI, berpose di depan stand Elbit Systems, perusahaan persenjataan terbesar Israel yang disebut memasok senjata untuk serangan di Gaza.

Foto tersebut diunggah langsung oleh akun Instagram resmi Kementerian Pertahanan RI. Kehadiran Letjen Duarte di ajang yang berlangsung 20-24 Juli itu dikonfirmasi sebagai perwakilan Menteri Pertahanan. Publikasi yang terkesan "bangga" ini lantas memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan.

Elbit Systems bukanlah entitas sembarangan. Perusahaan ini adalah pemasok utama tank, amunisi artileri, dan drone Hermes yang telah bertahun-tahun digunakan militer Israel di Gaza. Catatan menunjukkan teknologi Elbit terlibat dalam berbagai serangan yang menewaskan warga sipil, termasuk empat anak Palestina di pantai Gaza pada 2014.

Belakangan, beberapa negara Barat mulai menjauh dari Elbit. Prancis pernah menutup paksa stan lima perusahaan pertahanan Israel di Paris Air Show, termasuk Elbit. Spanyol membatalkan kontrak senjata senilai 700 juta euro dengan Elbit. Bahkan sejumlah universitas dan dewan kota di berbagai negara memutus hubungan dengan perusahaan ini.

Kritik muncul karena kontras dengan sikap resmi Indonesia yang secara vokal mendukung perjuangan Palestina. Hubungan diplomatik dengan Israel memang tak ada, dan paspor Indonesia bahkan mencantumkan larangan perjalanan ke Israel. Namun di balik itu, jejak hubungan militer dengan Israel telah tercatat sejak 1968.

Dokumen arsip intelijen Israel menunjukkan adanya kontak militer dan intelijen diam-diam kedua negara sejak era Soeharto. Pada 1971, Indonesia membeli radar artileri dari Israel Military Industries (yang kemudian diakuisisi Elbit). Puluhan perwira TNI juga pernah dikirim ke Israel untuk pelatihan khusus pada 1974 dan 1975.

Pada 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya impor senjata dari Israel di tiga kategori. Dan pada 2022, Indonesia ikut serta dalam latihan militer gabungan RIMPAC yang juga diikuti Israel. Hubungan ini berjalan di bawah permukaan meski secara diplomatik tak ada pengakuan resmi.

Pengamat menilai foto di Farnborough hanya "membuka tirai" dari hubungan yang telah berlangsung lebih dari lima dekade. "Negara tidak bisa mengklaim solidaritas dengan Palestina sementara sebagian aparatnya tetap terhubung dengan Elbit. Dua hal itu saling bertentangan," tulis analis dalam Middle East Monitor.

Aktivis mendesak pemerintah Indonesia memberikan klarifikasi terbuka. Mereka menuntut pengakuan dan komitmen untuk memutus seluruh hubungan dengan perusahaan senjata Israel, dimulai dari Elbit. Jika tidak, mereka menilai klaim solidaritas Indonesia terhadap Palestina hanya sekadar slogan tanpa makna.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Pertahanan RI belum memberikan tanggapan resmi atas foto kontroversial tersebut. Namun tekanan publik diperkirakan akan terus menguat, mengingat dukungan terhadap Palestina di Indonesia adalah isu yang sangat sensitif dan melibatkan massa organisasi Islam terbesar di dunia.

Topics
elbit systems kementerian pertahanan palestina israel farnborough airshow kontroversi hubungan militer solidaritas senjata indonesia
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.