Gelombang kecemasan sosial atau yang lebih dikenal dengan fenomena FOMO kini tengah melanda generasi muda di India. Alih-alih menyiapkan dana darurat atau menabung untuk masa depan, banyak anak muda di sana justru memilih untuk hidup dalam lilitan utang demi memenuhi standar gaya hidup mereka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data dari biro kredit CRIF High Mark, portofolio pinjaman dari perusahaan teknologi finansial melonjak drastis hingga mencapai 2,1 triliun rupee. Peningkatan ini sejalan dengan masifnya pertumbuhan aplikasi pinjaman digital yang menawarkan proses cepat dan syarat yang sangat mudah bagi para penggunanya.
Vaishakh Sudhakaran, seorang pemuda berusia 30 tahun asal Mumbai, menceritakan bagaimana dirinya sempat terjebak dalam jeratan pinjaman online setelah kehilangan pekerjaannya. Terdesak oleh kebutuhan hidup dan cicilan, ia tergiur dengan iklan di media sosial yang menawarkan pencairan dana secara instan tanpa verifikasi yang rumit.
Tidak hanya untuk kebutuhan pokok seperti sewa rumah dan bahan makanan, sebagian besar anak muda di India kini menggunakan pinjaman konsumtif untuk membiayai liburan, menghadiri konser musik, hingga membeli gawai keluaran terbaru. Dorongan untuk tidak ketinggalan tren dari rekan sebaya menjadi salah satu pemicu utama perilaku konsumtif ini.
Para pengamat ekonomi dan psikolog menilai bahwa kombinasi antara literasi keuangan yang rendah, kemudahan akses teknologi, serta pengaruh media sosial menciptakan siklus utang yang berbahaya. Bahkan, beberapa kasus penagihan pinjaman online yang agresif telah berdampak buruk pada kesehatan mental hingga keselamatan jiwa para peminjam muda.
Meski demikian, sebagian anak muda mulai menyadari pentingnya pengelolaan keuangan yang lebih baik setelah mengalami sendiri pahitnya terjebak utang. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi generasi mendatang mengenai risiko besar di balik kemudahan akses kredit instan di era digital.