Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Profil RCD Mallorca, Klub Spanyol...
OLAHRAGA

Profil RCD Mallorca, Klub Spanyol dengan Segudang Prestasi

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 2 Agustus 2026
Logo dan stadion RCD Mallorca, klub sepak bola Spanyol dari Kepulauan Balearic

Logo dan stadion RCD Mallorca, klub sepak bola Spanyol dari Kepulauan Balearic

Real Club Deportivo Mallorca atau yang lebih dikenal dengan RCD Mallorca adalah salah satu klub sepak bola profesional Spanyol yang bermarkas di Palma, ibu kota Kepulauan Balearic. Klub yang berdiri pada 5 Maret 1916 ini saat ini berkompetisi di Segunda Division dan memainkan laga kandang di Estadi Mallorca Son Moix berkapasitas 25.736 penonton.

Sejarah panjang klub ini dimulai dengan nama Alfonso XIII Foot-Ball Club, yang terdaftar di Federasi Sepak Bola Spanyol tak lama setelah pendiriannya. Adolfo Vazquez Humasque, seorang insinyur, bersama delapan penggemar sepak bola lainnya menjadi pengurus pertama klub. Hanya 20 hari setelah pendaftaran, stadion pertama mereka, Buenos Aires Field, diresmikan dengan laga melawan FC Barcelona.

Meski kala itu harus menelan kekalahan telak 8-0, Raja Alfonso XIII sendiri kemudian memberikan gelar kehormatan "Real" kepada klub, sehingga namanya berubah menjadi Real Sociedad Alfonso XIII Foot-Ball Club. Pada 1917, klub ini diterima Federasi Catalan untuk mengikuti liga kasta kedua dan berhasil menjuarai kompetisi tersebut setelah mengalahkan Futbol Club Palafrugell 3-1 di Barcelona.

Memasuki era 1930-an, klub menjalani serangkaian laga uji coba melawan tim-tim Eropa dan Amerika Selatan, seperti Ajax (1923), tim nasional Uruguay (1925), Colo-Colo (1927), dan Prague Meteor (1930). Namun, pada 1931, saat Republik Kedua Spanyol berdiri dan melarang segala bentuk referensi monarki, klub mengganti nama menjadi Club Deportivo Mallorca.

Perang Saudara Spanyol sempat mengganggu kompetisi, namun Mallorca justru sukses memenangkan setiap turnamen yang diikuti karena sepak bola di pulau tersebut tetap bergulir. Setelah perang usai, kompetisi Divisi Kedua dimulai kembali, dan pada 22 September 1945, klub pindah ke stadion baru Es Forti berkapasitas 16.000 penonton. Nama stadion kemudian diubah menjadi Lluis Sitjar untuk menghormati arsitek pembangunnya.

Pada 1949-1950, klub mendapatkan kembali gelar "Real" dan resmi bernama Real Club Deportivo Mallorca. Puncak sejarah terjadi pada 17 April 1960, saat Mallorca mengalahkan Levante 2-1 dan memastikan promosi ke La Liga untuk pertama kalinya. Di musim debut 1960-1961, mereka finis di peringkat 9 dari 16 tim.

Setelah beberapa kali naik-turun antara La Liga dan Segunda Division, era kejayaan Mallorca dimulai pada akhir 1990-an. Di bawah asuhan Hector Cuper, klub mencapai final Copa del Rey 1998 dan meski kalah dari Barcelona, mereka berhasil merebut trofi Supercopa de Espana 1998 setelah mengalahkan Barca 3-1 secara agregat.

Musim 1998-1999 menjadi salah satu yang paling bersejarah. Mallorca melaju ke final Piala Winners yang merupakan edisi terakhir turnamen tersebut, namun harus mengakui keunggulan Lazio dengan skor 2-1 di Villa Park. Di La Liga, mereka finis di peringkat 3 tertinggi sepanjang sejarah dan lolos ke Liga Champions, meski akhirnya tersingkir di babak kualifikasi oleh Molde FK asal Norwegia.

Kejayaan berlanjut di era 2000-an. Pada 2001, di bawah asuhan Luis Aragones, Mallorca kembali finis ke-3 di La Liga. Puncak prestasi terjadi pada 2003, saat Gregorio Manzano membawa Mallorca meraih gelar Copa del Rey pertama dalam sejarah setelah mengalahkan Recreativo de Huelva 3-0 di final. Sebelumnya, mereka menyingkirkan Real Madrid 4-0 di perempat final dan Deportivo La Coruna di semifinal.

Gelar Copa del Rey itu membawa Mallorca ke Piala UEFA, di mana mereka bertahan hingga babak ketiga sebelum dihentikan Newcastle United dengan agregat 7-1. Di musim 2009-2010, mereka finis di peringkat 5 La Liga namun kehilangan tiket Europa League karena masalah keuangan.

Tren naik-turun terus dialami Mallorca. Mereka terdegradasi dari La Liga pada 2013, bahkan sempat terjerembab ke kasta ketiga pada 2017. Namun, di bawah pelatih Vicente Moreno, mereka berhasil promosi kembali ke Segunda Division dan kemudian ke La Liga pada 2019. Setelah sempat terdegradasi lagi, mereka kembali ke kasta tertinggi pada 2021.

Pada 2024, Mallorca mencapai final Copa del Rey untuk pertama kalinya sejak 2003, namun harus puas menjadi runner-up. Sayangnya, di akhir musim 2025-2026, Mallorca kembali terdegradasi ke Segunda Division setelah lima musim bertahan di La Liga. Meski demikian, perjalanan panjang klub berjuluk Los Bermellones ini tetap menjadi salah satu kisah paling menarik di sepak bola Spanyol.

Topics
rcd mallorca real mallorca la liga segunda division copa del rey sepak bola spanyol sejarah klub uefa piala winners hector cuper kepulauan balearic
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.