Carlos Alonso Gonzalez, yang lebih dikenal dengan nama Santillana, adalah mantan pesepakbola profesional asal Spanyol yang berposisi sebagai striker. Pria kelahiran 23 Agustus 1952 ini menghabiskan 17 musim di La Liga bersama Real Madrid, tampil dalam 645 pertandingan kompetitif dan mencetak 290 gol.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Julukan Santillana diambil dari nama tempat kelahirannya di Santillana del Mar, Cantabria. Ia memulai karier profesionalnya bersama klub lokal Racing de Santander, sebelum pindah ke Real Madrid pada tahun 1971 bersama rekannya Francisco Aguilar. Di usianya yang baru 19 tahun, ia langsung mencetak 10 gol dalam 34 pertandingan di musim debutnya dan membawa Madrid meraih gelar juara liga.
Bersama Los Blancos, Santillana berhasil memenangkan sembilan gelar La Liga, empat Copa del Rey, dan dua gelar UEFA Cup beruntun. Ia bahkan mencetak gol di kedua final UEFA Cup tersebut. Rekor 645 penampilan di tim utama bertahan hingga akhirnya dipecahkan oleh Manolo Sanchis pada musim 1997-98. Dengan 186 gol dalam 461 penampilan di La Liga, ia menempati posisi kedelapan sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi tersebut, meskipun ia tak pernah meraih Trofi Pichichi.
Santillana memutuskan pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 1988 setelah hanya tampil 12 kali di La Liga musim 1987-88 dan mencetak 4 gol. Gol terakhirnya tercipta saat Madrid menang 2-1 atas Real Valladolid di kandang. Tiga musim terakhirnya diisi dengan keberhasilan Madrid meraih tiga gelar liga beruntun.
Di level internasional, Santillana mengoleksi 56 caps dan 15 gol untuk timnas Spanyol. Debutnya terjadi pada 17 April 1975 dalam pertandingan kualifikasi Piala Eropa 1976 melawan Rumania di Madrid. Ia membawa Spanyol tampil di Piala Dunia 1978 dan 1982, serta tiga edisi Piala Eropa (1976, 1980, dan 1984). Pada Piala Eropa 1984, Spanyol menjadi runner-up setelah dikalahkan tuan rumah Prancis, di mana sundulan Santillana nyaris menjadi gol pembuka jika tidak digagalkan oleh Luis Fernandez di garis gawang.
Salah satu momen bersejarahnya terjadi pada 21 Desember 1983. Dalam laga kualifikasi Piala Eropa melawan Malta yang harus dimenangkan dengan selisih 11 gol, Santillana mencetak hat-trick di babak pertama dan menambah satu gol di babak kedua. Spanyol pun menang 12-1 dan lolos menggantikan Belanda.
Meski tinggi badannya tidak mencapai 1,80 meter, Santillana memiliki kemampuan heading yang luar biasa berkat lompatannya yang tinggi. Ia dianggap sebagai salah satu striker terbaik dalam sejarah sepak bola Spanyol.