Pemerintah Singapura secara resmi mengakuisisi situs bersejarah di 38 Oxley Road pada Kamis (29/1), menyusul penetapannya sebagai monumen nasional pada 12 Desember 2025 lalu. Langkah ini diambil melalui pengumuman bersama Singapore Land Authority (SLA) dan National Heritage Board (NHB) untuk memastikan perlindungan terhadap properti yang menjadi saksi bisu perjalanan kemerdekaan Negeri Singa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Rumah yang pernah menjadi kediaman mendiang Lee Kuan Yew, Perdana Menteri pertama Singapura, ini dinilai memiliki signifikansi nasional yang kuat. "Situs ini diakuisisi untuk menjaga dan melestarikannya sesuai dengan makna historis dan kepentingan nasional," demikian pernyataan resmi SLA dan NHB. Dengan akuisisi, properti tidak dapat lagi dikembangkan untuk hunian, komersial, atau keperluan pribadi lainnya.
Meski diakuisisi, pemerintah berkomitmen untuk menghormati keinginan almarhum Lee Kuan Yew yang semasa hidupnya beberapa kali menyatakan keinginan agar rumah tersebut dihancurkan. Dalam suratnya kepada Kabinet pada Oktober 2010, Lee menyebut rumah itu tidak memiliki nilai arsitektur dan tidak layak dijadikan benda sejarah. Namun, kabinet saat itu secara bulat menolak pembongkaran.
Konflik mengenai nasib rumah ini sempat memicu perbedaan pendapat di antara anak-anak Lee Kuan Yew, yaitu Lee Hsien Loong, Lee Wei Ling, dan Lee Hsien Yang. Setelah kematian Lee Wei Ling pada Oktober 2024, Lee Hsien Yang mengajukan permohonan pembongkaran, namun ditolak. NHB yang melakukan penilaian formal justuru merekomendasikan properti ini dilestarikan sebagai monumen nasional karena dianggap sebagai bagian fundamental sejarah kemerdekaan yang tidak terwakilkan oleh situs lain.
Menanggapi keputusan ini, Lee Hsien Yang mengkritik pemerintah melalui media sosial, menyebut langkah itu sebagai bentuk "menginjak-injak keinginan teguh Lee Kuan Yew". Namun, NHB menyatakan telah meninjau surat keberatan dan tetap pada rekomendasi awal.
Setelah akuisisi, pihak berwenang akan melakukan kajian mendalam untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk mempertimbangkan opsi yang diusulkan oleh Komite Menteri 2018. Opsi tersebut meliputi mempertahankan rumah utuh, hanya menyisakan ruang makan bawah tanah bersejarah, atau pembongkaran total. Pemerintah juga menegaskan tidak akan menampilkan, merekam, atau menduplikasi interior rumah pribadi Lee Kuan Yew sebagai bentuk penghormatan terakhir pada keluarganya.