Komunitas pengguna PlayStation di seluruh dunia baru-baru ini meluapkan kemarahan mereka terhadap kebijakan terbaru dari Sony Interactive Entertainment. Perusahaan teknologi raksasa asal Jepang tersebut secara resmi mengonfirmasi rencana untuk menghentikan produksi game dalam bentuk disk fisik mulai Januari 2028 mendatang.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pernyataan resminya melalui sebuah blog singkat, pihak perusahaan berdalih bahwa langkah tersebut diambil sebagai respons alami terhadap tren konsumen global. Menurut Sony, preferensi masyarakat terhadap media digital kini telah jauh melampaui popularitas disk fisik, sehingga transisi ini dinilai sejalan dengan cara sebagian besar komunitas mengakses game saat ini.
Kendati demikian, pengumuman kontroversial tersebut langsung memicu gelombang kritik serta penolakan luas dari para gamer maupun insan industri kreatif. Sutradara game ternama Hideo Kojima bahkan menyebut kebijakan ini sebagai keputusan yang "menakutkan", terutama setelah insiden sebelumnya ketika Sony menghapus ratusan film dari pustaka PlayStation 5 akibat kedaluwarsa lisensi hak cipta.
Sebagai bentuk perlawanan nyata, akun komunitas populer Does It Play? di platform X mengajak para pemain untuk melakukan aksi boikot ekonomi secara serentak. "Sony ingin mengabaikan para penggemar? Mari kita beri mereka sedikit rasa dari obat mereka sendiri," tulis mereka dalam seruan aksi yang langsung viral di dunia maya.
Aksi boikot tersebut direncanakan berlangsung selama sepekan penuh, mulai dari tanggal 23 Agustus pukul 19.00 waktu setempat hingga 30 Agustus mendatang. Para pemain diajak untuk berpartisipasi dengan cara mematikan konsol atau tidak masuk ke akun PlayStation mereka selama tujuh hari sebagai bentuk protes agar suara konsumen didengar oleh pengembang dan penerbit game.