Kabayan News Kabayan News
/home / berita / IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak...
BERITA

IHSG Pangkas Koreksi, Pasar Tak Panik Meski Perry Mundur dari BI

By Bambang Prasetyo • 3 min read • 2026-07-27
Grafik pergerakan IHSG yang memangkas koreksi di tengah kabar mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo

Grafik pergerakan IHSG yang memangkas koreksi di tengah kabar mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil meredam sentimen negatif dari pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Meski sempat bergejolak sepanjang perdagangan, indeks akhirnya hanya ditutup melemah tipis pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026.

IHSG berakhir di level 6.185,78, turun 10,65 poin atau 0,17%. Padahal, di tengah perdagangan indeks sempat anjlok hingga menyentuh 6.144,27, sebelum akhirnya memangkas sebagian besar pelemahan dan kembali mendekati level psikologis 6.200 pada penutupan.

Kemampuan IHSG memangkas tekanan menunjukkan pelaku pasar belum melakukan aksi jual besar-besaran meski dikejutkan kabar mundurnya Perry Warjiyo pagi tadi. Investor cenderung memilih menunggu kejelasan arah kebijakan moneter berikutnya setelah penunjukkan pelaksana tugas Gubernur BI.

Aktivitas perdagangan tercatat relatif stabil dengan nilai transaksi mencapai Rp12,09 triliun dan volume 25,92 miliar saham. Tekanan terhadap IHSG juga tidak merata karena tercatat 318 saham menguat, 360 saham melemah, serta 287 saham stagnan.

Menariknya, sektor yang paling sensitif terhadap kebijakan Bank Indonesia justru menjadi penopang pasar. Sektor keuangan menguat 0,38%, menjadi sektor dengan kenaikan terbesar kedua setelah sektor konsumer non-primer yang juga masih menguat 0,17%.

Sebaliknya, tekanan lebih banyak berasal dari saham-saham utilitas dan properti. Sektor utilitas menjadi pemberat utama dengan koreksi 1,88%, disusul sektor properti 0,77%, kesehatan dan industri masing-masing 0,45%, serta energi 0,31%.

Dari sisi saham, pelemahan IHSG dipimpin oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang memangkas 5,21 poin, diikuti PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 3,49 poin, serta beberapa saham berkapitalisasi besar lainnya.

Di sisi lain, penguatan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) berhasil menjadi penopang utama IHSG dengan kontribusi 5,33 poin, disusul PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 2,30 poin serta sejumlah saham penopang lainnya.

Sementara itu, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp293,41 miliar di seluruh pasar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan net sell asing terbesar senilai Rp135,65 miliar.

Topics
ihsg perry warjiyo bank indonesia pasar saham bursa efek indonesia ekonomi investasi
Jurnalis Politik & Ekonomi Senior

Bambang telah menghabiskan dua dekade terakhir meliput dunia politik dan ekonomi Indonesia. Dari gedung DPR hingga Istana Negara, ia telah menyaksikan dan melaporkan peristiwa-peristiwa penting yang membentuk negeri ini. Tulisannya tajam, mendalam, dan selalu mengedepankan fakta serta analisis yang jernih bagi pembaca Kabayan News.