Tomi Adeyemi, penulis novel laris Children of Blood and Bone, mengungkapkan pengalaman pahitnya selama proses adaptasi buku tersebut ke layar lebar. Dalam video di TikTok, Adeyemi menyebut proyek yang dibintangi Viola Davis dan Idris Elba itu sebagai "pengalaman terburuk yang pernah ia jalani". Ia bahkan mengaku meninggalkan lokasi syuting Paramount Pictures dalam kondisi hiperventilasi dan menangis tersedu-sedu.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Adeyemi yang juga bertindak sebagai penulis skenario film tersebut mengungkapkan bahwa ia sudah berdamai dengan keputusan untuk tidak menonton film hasil adaptasi karyanya sendiri. "Saya kembali ke Amerika dan menderita sakit somatik yang parah serta banyak serangan panik," ujarnya dalam video berdurasi lima menit itu. Penulis asal Amerika itu juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam film terus melakukan tindakan yang mengganggunya.
Meski Adeyemi tidak merinci secara spesifik apa yang menyebabkan pengalaman buruknya, ia menegaskan bahwa fakta ini bukanlah rahasia bagi orang-orang yang terlibat. "Ini adalah kenyataan yang harus saya jalani selama sekitar satu setengah tahun, dan semua orang yang terlibat, setidaknya di tingkat tertinggi, telah diberi tahu tentang kenyataan ini, dan mereka tidak melakukan apa pun untuk memperbaikinya," tuturnya dengan nada kecewa.
Kontroversi ini muncul setelah sutradara Gina Prince-Bythewood memberikan pernyataan kepada Los Angeles Times tentang keterlibatan aktris Amandla Stenberg yang memerankan Putri Amari. Prince-Bythewood menyebut film tersebut "terinspirasi oleh Nigeria dan juga inklusif terhadap seluruh diaspora". Namun, hubungan Adeyemi dan Stenberg tampaknya renggang setelah terjadi perselisihan yang tidak diketahui penyebabnya.
Dalam unggahan TikTok yang kini telah dihapus, Adeyemi terlihat menunjukkan percakapan grup yang melibatkan Stenberg. Penulis itu menulis pesan kepada Stenberg: "Jangan pernah menggunakan namaku dalam wawancara atau video lagi. Jangan SMS aku. Jangan telepon aku." Pernyataan tegas ini menunjukkan retaknya hubungan antara penulis dan salah satu bintang film adaptasi karyanya.
Meskipun demikian, Paramount Pictures tetap meluncurkan trailer pertama film Children of Blood and Bone pada Senin lalu. Film ini dibintangi oleh deretan bintang papan atas Hollywood termasuk Regina King, Damson Idris, Cynthia Erivo, Idris Elba, Tosin Cole, Viola Davis, Chiwetel Ejiofor, Lashana Lynch, dan Thuso Mbedu. Peluncuran trailer ini tampaknya menjadi pemicu bagi Adeyemi untuk kembali berbicara.
Adeyemi mengaku kecewa karena masih terus diganggu di belakang layar meskipun ia berharap semua masalah ini bisa diselesaikan secara tertutup. "Seiring dengan pemasaran film ini dan saya masih terus diganggu di belakang layar, sudah menjadi jelas bahwa kenyataan ini setidaknya perlu diketahui, sehingga kalian bisa memahami bagaimana film ini, yang saya kerjakan untuk membuat hidup kita sedikit lebih baik, juga merupakan hal terburuk yang pernah saya alami," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Paramount Pictures maupun pihak perwakilan Amandla Stenberg belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Adeyemi. Sementara itu, para penggemar novel trilogi Children of Blood and Bone menantikan kelanjutan dari drama ini dan berharap kualitas film adaptasi tidak terpengaruh oleh konflik di balik layar yang terjadi selama proses produksi.