Hampir 200.000 orang terpaksa melarikan diri dari rumah dan tempat penginapan liburan mereka akibat kebakaran hutan yang makin tak terkendali di Prancis dan Spanyol. Tiupan angin kencang serta gelombang panas ekstrem semakin menyulitkan upaya pemadaman yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran setempat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Di Spanyol, asap abu-abu tebal tampak membumbung tinggi dan menyelimuti wilayah sebelah barat Madrid. Kepala Manajemen Darurat Pemerintah Regional Madrid, Carlos Novillo, mengungkapkan bahwa keadaannya amat mengkhawatirkan. "Kebakaran hutan di dekat ibu kota telah mencapai puncaknya dan saat ini berada di luar kapasitas pemadam kebakaran untuk mengendalikannya," ujar Novillo.
Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan bahwa kobaran api telah menghanguskan hampir 10.000 hektar lahan di wilayah Madrid serta antara 13.000 hingga 15.000 hektar di provinsi tetangga, Avila. Luas area yang terbakar ini bahkan diperkirakan mencapai dua kali lipat lebih dari total luas wilayah kota Paris.
Situasi makin kritis setelah dua titik kebakaran terpisah menyatu menjadi satu kobaran api raksasa pada Jumat. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dijadwalkan menghadiri rapat perencanaan darurat di desa Cenicientos yang berada di pusat zona kebakaran untuk memantau penanganan bencana secara langsung.
Sementara itu di Prancis, pihak berwenang melakukan evakuasi massal terhadap ribuan warga dari pinggiran kota dekat Bordeaux. Sophie Brocas selaku Kepala Administrasi Lokal La Nouvelle-Aquitaine et de la Gironde mengonfirmasi bahwa evakuasi dilakukan di sejumlah area rentan seperti Le Haillan, Eysines, dan Merignac.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menegaskan bahwa lebih dari 141.000 orang telah dievakuasi dari wilayah Gironde dan Landes. "Kebakaran yang melanda negara kita telah mencapai tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya," tulis Lecornu melalui akun X resminya.
Pemerintah Prancis bahkan telah mengerahkan pasukan militer dan meminta bantuan kepada European Union. Kekeringan parah serta gelombang panas yang melanda kawasan Eropa dalam beberapa bulan terakhir disebut oleh para ahli sebagai dampak nyata dari perubahan iklim global yang memperparah risiko kebakaran hutan.