PT Perkebunan Nusantara I atau PTPN I menunjukkan optimisme tinggi dalam mengembangkan industri bioetanol nasional yang bersumber dari tetes tebu atau molase. Perusahaan perkebunan pelat merah ini memasang target ambisius dengan proyeksi volume produksi yang mampu mencapai hingga 30 juta liter setiap tahunnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Direktur Utama PTPN I, Abdul Rivai Ras, menjelaskan bahwa keyakinan tersebut didasari oleh kekuatan operasional perusahaan yang didukung penuh oleh 42 pabrik gula. Puluhan fasilitas pengolahan ini tersebar secara strategis di berbagai wilayah utama Indonesia, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi, guna memastikan pasokan bahan baku tetap stabil.
Dalam upaya menjaga ketersediaan tetes tebu, PTPN I secara konsisten meningkatkan serta mengoptimalkan produktivitas tebu berkualitas tinggi. "Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan optimalisasi produksi tebu dengan tetap menjaga keseimbangan pasokan gula nasional," ujar Abdul Rivai Ras dalam dialog Squawk Box di CNBC Indonesia pada Senin, 27 Juli 2026.
Selain memfokuskan diri pada sisi hulu, PTPN I juga berupaya memperkuat ekosistem industri bioetanol secara menyeluruh melalui sinergi regulasi pemerintah. Kebijakan mandatori pencampuran bioetanol ke dalam bensin menjadi salah satu pendorong utama bagi perusahaan untuk memperluas skala bisnis energi hijau ini.
PTPN I turut mendorong peran aktif pemerintah dalam menjamin kepastian pasar yang siap menyerap hasil produksi bioetanol di tanah air. Di samping itu, kolaborasi erat dengan Badan Usaha Milik Negara di sektor energi juga sangat dibutuhkan untuk memperlancar proses pemasaran produk bioetanol kepada masyarakat luas.