Kisah mengerikan datang dari dunia medis Inggris. Neil Hopper, seorang konsultan bedah vaskular di Royal Cornwall Hospital, terungkap telah mengamputasi kedua kakinya sendiri bukan karena sepsis seperti yang ia klaim, melainkan karena dorongan fetish seksual. Kini, mantan pasien dan keluarga korban mempertanyakan keselamatan mereka saat berada di tangannya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Hopper dikenal sebagai "Bionic Surgeon" yang heroik setelah kembali bertugas dengan kaki prostetik pada Januari 2020. Ia bahkan tampil di BBC dan This Morning, menceritakan pengalamannya melawan sepsis. Namun fakta berbeda terungkap saat ia dijatuhi hukuman 32 bulan penjara karena penipuan asuransi dan kepemilikan video porno ekstrem.
Pengacaranya mengaku Hopper tidak menyesali amputasi yang dilakukannya. "Ia menginginkannya selama 20 tahun," ujar sang pengacara di pengadilan. Hopper justru menyesali kebohongan yang ia buat untuk menutupi aksinya.
Salah satu korban adalah Liz Spooner, 72 tahun, yang menjalani amputasi kaki pada 2022. Putrinya, Faye Harrison, mengaku bertemu Hopper usai operasi dan sempat berpikir sang dokter pasti punya empati besar karena juga seorang amputasi. Namun tiga tahun kemudian, Faye kaget mendengar nama Hopper di berita.
Faye mengatakan operasi ibunya berlangsung 11-12 jam, jauh lebih lama dari perkiraan awal 5-6 jam. Liz meninggal sembilan hari setelah operasi akibat pneumonia yang didapat di rumah sakit. "Saya mual membayangkan dia berada di dekat ibu saya," ujar Faye dengan mata berkaca-kaca.
David Parker, pasien lain yang dioperasi Hopper pada 2019, mengaku bangun di tengah prosedur pembukaan arteri leher. Hopper membantah hal itu terjadi, namun staf lain mengonfirmasi David memang sadar. Sejak itu David menderita nyeri saraf parah yang menghabiskan seluruh tabungan pensiunnya.
Seorang pasien yang disebut Joan juga mengaku kesakitan saat operasi varises di Duchy Hospital. Hopper memberi lebih banyak anestesi namun tak berpengaruh. "Rasanya seperti mencabut urat tanpa bius," kenang Joan. Hopper menggratiskan tagihan operasi, yang menurut Joan tak lazim dilakukan dokter swasta.
Hopper terungkap sebagai anggota situs fetish eunuchmaker.com yang dikelola Marius Gustavson, kini menjalani hukuman seumur hidup. Di situs tersebut, Hopper membayar puluhan pound untuk menonton video mutilasi ekstrem, termasuk kastrasi dan amputasi alat kelamin.
Bahkan Hopper berkonsultasi dengan Gustavson tentang cara mengamputasi kakinya sendiri. Ia menggunakan es kering untuk membekukan kakinya, seperti yang dilakukan Gustavson. Selama proses itu, Hopper mengirim pesan WhatsApp berisi foto ereksi dan mengatakan "Ini akan sangat keren menjadi amputasi ganda."
Majelis disiplin dokter Inggris (MPTS) merekomendasikan pencabutan izin praktik Hopper. Mereka menilai Hopper tidak menunjukkan penyesalan bermakna dan masih berisiko bagi publik. Sementara itu, Royal Cornwall Hospital menyatakan tidak ada bukti Hopper membahayakan pasien berdasarkan peninjauan rekam medis 30 pasien.
Pengacara spesialis klaim medis, Mike Bird, meragukan kesimpulan rumah sakit. "Mereka menandai pekerjaan sendiri. Tidak ada independensi atau ketelitian," katanya. Bird mengaku sudah menerima sekitar 20 pertanyaan serius dari mantan pasien Hopper yang merasa dikhianati.
Rumah sakit membantah keterlibatan Hopper dalam operasi Liz, namun Faye bersikukuh. "Saya tahu saya bertemu Neil Hopper. Saya tahu dia terlibat dalam perawatan ibu saya," tegasnya. Faye mendesak agar ada audit independen dari NHS England atau Royal College of Surgeons.
Hopper akan bebas dalam beberapa bulan ke depan karena hanya menjalani 40% dari hukumannya. Namun mantan pasien dan keluarga korban masih harus hidup dengan pertanyaan yang tak terjawab: apakah mereka benar-benar aman di tangannya?
Permintaan maaf Hopper di pengadilan tak menyentuh pasiennya. Ia hanya mengatakan, "Saya bekerja keras dan selalu berusaha terbaik untuk pasien." Namun bagi Faye, itu tak cukup. "Ibu saya peduli pada keadilan. Jika dia hidup, dia akan bilang "Tangkap bajingan itu!""