Sebuah pertunjukan musik dari band metal asal Selandia Baru, Devilskin, mendadak berubah menjadi insiden yang tidak menyenangkan setelah area mosh pit dilaporkan dipenuhi oleh kotoran manusia. Konser yang digelar di Union Hall, University of Otago, tersebut merupakan rangkaian tur perayaan ulang tahun kesepuluh album mereka yang bertajuk "Be Like The River".
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari media lokal, kekacauan bermula ketika seorang penonton paruh baya diduga mengeluarkan kotoran dari celananya di tengah penampilan Devilskin. Kondisi lantai yang padat membuat kotoran tersebut terinjak-injak dan tersebar luas di area mosh pit, memicu keterkejutan serta rasa jijik di kalangan penonton.
Salah satu saksi mata mengungkapkan bahwa ukuran kotoran tersebut sangat besar hingga sempat disangka sebagai sepatu seseorang yang terlepas. "Ada banyak orang melompat-lompat, lalu akhirnya seseorang melihat ke bawah dan menyadari ada kotoran yang tersebar di seluruh mosh pit dan mengotori kaki orang-orang," ujar saksi tersebut.
Situasi semakin memburuk ketika aroma tidak sedap mulai menyebar ke seluruh ruangan, membuat sebagian penonton merasa mual hingga muntah di lokasi kejadian. Doug Stewart, bassis dari band pembuka Pieces Of Molly, menggambarkan suasana tersebut bagaikan adegan dalam film horor kelas B saat kerumunan penonton mendadak terbelah.
Meskipun sempat menimbulkan kehebohan besar dan reaksi spontan dari para penonton, konser dilaporkan tetap dilanjutkan setelah situasi mulai terkendali. Pihak kepolisian setempat sempat melacak pelaku di balik insiden tersebut, namun laporan menyebutkan bahwa ia tidak dikenakan tuntutan hukum apapun.