Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Mahasiswi di Solo Jadi Korban...
BERITA

Mahasiswi di Solo Jadi Korban Pornografi Deepfake AI, Konten Disebar

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 27 Juli 2026
Ilustrasi kasus pornografi deepfake AI yang menimpa mahasiswi di Solo

Ilustrasi kasus pornografi deepfake AI yang menimpa mahasiswi di Solo

Seorang mahasiswi di salah satu kampus negeri di Surakarta berinisial E harus menghadapi kenyataan pahit setelah menjadi korban konten pornografi hasil manipulasi kecerdasan buatan atau deepfake AI. Kasus kejahatan digital ini pun telah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Kuasa hukum korban, Zaenal Petir, menjelaskan bahwa wajah korban disunting secara ilegal dan ditempelkan pada tubuh perempuan lain dalam kondisi tanpa busana. Foto-foto rekayasa tersebut kemudian disebarluaskan secara masif melalui sejumlah akun media sosial serta aplikasi Telegram.

"Sudah kami laporkan ke Direktorat Siber Polda Jawa Tengah, mereka sudah melakukan profiling. Tinggal menunggu pemeriksaan saksi," ujar Zaenal saat memberikan keterangan pada Senin.

Kasus memilukan ini terungkap ketika korban pertama kali dihubungi oleh sebuah akun Instagram bernama Kelas Dunia Digital pada 1 Januari 2026. Akun misterius tersebut berupaya mendekati korban, namun tidak mendapat respons positif.

"Karena tidak ditanggapi dia terus mengancam apabila tidak membalas akan ada bom waktu pertama," jelas Zaenal memaparkan awal mula ancaman yang diterima kliennya.

Tidak berhenti di situ, beberapa hari kemudian muncul akun Instagram lain yang mulai mengunggah foto-foto pornografi hasil editan menggunakan wajah korban sekaligus mengirimkan teroran langsung. Bahkan pada 5 Februari, akun ketiga muncul dan membocorkan keberadaan konten senonoh tersebut di Telegram.

Zaenal menduga kuat bahwa seluruh foto dan video hasil rekayasa teknologi AI itu bersumber serta disebarkan dari sebuah jaringan pengelola anonim di Telegram. "Siapa pengelolanya, itu yang sekarang sedang didalami penyidik," ungkapnya.

Akibat insiden keji ini, korban sempat mengalami syok berat, stres selama satu pekan, hingga menderita trauma mendalam karena peredaran konten palsu tersebut. "Korban sama sekali tidak melakukan hal seperti yang ada di foto maupun video itu. Semua merupakan hasil editan AI," tegas Zaenal.

Fakta mengejutkan lainnya terungkap setelah diketahui terdapat sedikitnya tujuh perempuan lain yang bernasib serupa dengan modus operandi yang sama. Para korban mayoritas berstatus sebagai mahasiswi yang berkuliah di kawasan Semarang dan Solo.

Hasil penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa para korban ternyata saling mengenal karena merupakan teman satu almamater di SMA 1 Cepu. Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi aparat penegak hukum dalam memburu terduga pelaku.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menyatakan bahwa dirinya akan segera mengecek informasi tersebut lebih lanjut kepada Direktorat Siber. "Sedang saya konfirmasi ke Dir Siber tentang hal tersebut. Saya sedang nunggu info beliau," ujar Artanto saat dikonfirmasi.

Topics
deepfake ai pornografi mahasiswi solo polda jateng kriminal siber surakarta media sosial
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.